Utang PLN Tembus Rp500 Triliun, Faisal Basri Membela: Kan Nggak Dipakai untuk Foya-foya

Utang PLN Tembus Rp500 Triliun, Faisal Basri Membela: Kan Nggak Dipakai untuk Foya-foya Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Utang BUMN listrik PLN jadi sorotan publik beberapa waktu terakhir. Jumlahnya yang disebut Menteri BUMN Erick Thohir capai Rp500 triliun menimbulkan pertanyaan untuk apa peruntukan utang tersebut.

Merespons hal tersebut Ekonom senior Faisal Basri menjabarkan analisanya mengenai hal ini. Dia menilai PLN mengelola utang dengan baik, sebab peningkatan utang itu jauh di bawah investasi dan nilai aset BUMN itu.

"Utang PLN tidak dipakai untuk foya-foya. Hampir semua dipakai untuk investasi. Hanya sebagian kecil untuk menjaga cashflow (arus kas),” ujarnya di Jakarta, dikutip Selasa, 15 Juni 2021.

Dia menjelaskan, PLN mencatatkan penambahan utang Rp 199 triliun pada periode 2015-2020. Sebaliknya, nilai investasi PLN pada periode yang sama mencapai Rp448 triliun, artinya lebih banyak dibanding keseluruhan penambahan utang PLN di periode 2015-2020.

Menurutnya, investasi yang dilakukan antara lain penambahan aset berupa pembangkit total 10.000 megawatt, transmisi sepanjang 23.000 kilometer sirkuit, dan gardu induk total 84.000 MvA.

Manfaat investasi PLN itu pun lanjutnya, juga dirasakan dalam bentuk peningkatan rasio elektrifikasi atau pemerataan ketersediaan listrik bagi masyarakat. Peningkatannya dari 88,3 persen menjadi 99,2 persen, dan mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, dari sisi aset, dia mengatakan, Jumlah utang itu jauh lebih kecil. Bahkan PLN merupakan BUMN yang memiliki aset terbesar saat ini.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini