Alokasi Vaksin Gotong Royong Tahap I Capai 500 Ribu, Kadin: Itu Saja Belum Semua Terpenuhi

Alokasi Vaksin Gotong Royong Tahap I Capai 500 Ribu, Kadin: Itu Saja Belum Semua Terpenuhi Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan alokasi vaksin gotong royong mencapai 500 ribu dosis yang diberikan kepada perusahaan swasta dan BUMN. Dari angka tersebut, sebesar 330 ribu dosis diberikan kepada 165 ribu peserta vaksin dari perusahaan swasta.

"Itu sudah full dialokasikan. Sekarang masih ada yang dalam proses vaksinasi," tutur Shinta dalam acara virtual bertajuk Siap Jaga Indonesia dengan Vaksinasi Gotong Royong, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Gokil! Dokter Pembuat Vaksin Moderna Jadi Miliarder Dunia, Segini Hartanya!

Namun, menurut Shinta, jumlah tersebut masih belum memenuhi permintaan vaksin dari perusahaan yang telah mendaftar. Hal itu disebabkan jumlah permintaan vaksin yang sangat tinggi.

"Jadi yang daftar pertama bulan Februari lalu belum semua dipenuhi. Saat ini kita sudah di tahap ketiga, jadi memang masih panjang jalannya," lanjut Shinta.

Lebih lanjut Shinta menyampaikan Indonesia sudah menerima alokasi vaksin kedua sebesar satu juta dosis. Jumlah tersebut akan digunakan untuk dua kali vaksinasi.

"Pesertanya jadi 500 ribu, tapi harus dibagi lagi antara perusahaan swasta dan BUMN," ujar Shinta.

Oleh sebab itu, Kadin mempertimbangkan untuk menggunakan mekanisme daftar tunggu bagi peserta vaksinasi gotong royong.

"Rencananya dibuka waiting list. Tapi sementara ini masih sedang dalam evaluasi kita bersama Bio Farma," ungkapnya.

Shinta mengungkapkan pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Bio Farma untuk bisa mempercepat pelaksanaan vaksinasi agar target herd immunity atau kekebalan kelompok yang digaungkan pemerintah dapat segera terwujud.

"Yang penting targetnya adalah kita ingin vaksinasi secepat mungkin untuk segera mencapai herd immunity. Baik itu vaksinasi program atau gotong royong kita harus percepat pelaksanaannya," kata Shinta.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini