Apa Itu Copywriting?

Apa Itu Copywriting? Kredit Foto: Unsplash/Campaign Creators

Copywriting adalah alasan mengapa orang membeli sesuatu. Itu sebabnya kali ini kita akan mengenal secara mendalam tentang apa itu copywriting, bagaimana cara kerja copywriting, dan apa saja yang harus ditulis oleh seorang copywriter.

Tujuannya adalah agar Anda bisa siap untuk melemparkan menggunakan copywriting  pada setiap prospek yang Anda temui.

Baca Juga: Apa Itu Comparative Advertising?

Jadi, Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah keterampilan (juga bidang pekerjaan) menulis promosi penjualan dan materi pemasaran lainnya untuk produk, layanan, kampanye penggalangan dana, dan masih banyak lagi. Intinya, copywriting adalah cara membujuk orang untuk mengambil tindakan, apakah dengan membeli sesuatu, memasukkan alamat email, menyumbangkan uang, atau mengeklik tombol.

Dalam hal memasarkan dan mengiklankan bisnis Anda, copywriting adalah keterampilan penting yang harus dimiliki.

Materi penulisan ini dapat mencakup promosi tertulis yang dipublikasikan di media cetak atau online. Seorang copywriter juga dapat menyertakan materi yang bisa diucapkan, seperti skrip yang digunakan untuk video atau iklan. Teks dalam bahan-bahan ini dikenal sebagai "copy," esensi utama dari "copywriting."

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi copywriting ada di mana-mana. Bahkan, jika Anda baru saja membuka kotak surat Anda, Anda akan menemukan beberapa contoh copywriting yang jelas. Promosi restoran lokal, katalog, surat penggalangan dana dari organisasi amal, atau surat penjualan untuk berbagai produk dan layanan adalah  bentuk dari copywriting.

Bagaimana Cara Kerja Copywriting?

Copywriting berbeda jauh dari penulisan biasa, seperti menulis artikel, postingan blog, atau konten lainnya. Copywriting yang efektif berfungsi untuk mendorong tanggapan dan meningkatkan penjualan produk.

Di sini, kita akan melihat lima komponen copywriting yang efektif untuk bisa meningkatkan penjualan bisnis Anda.

1. Mengatasi Audiens Tertentu

Jika Anda mempromosikan produk yang menyediakan minuman bersoda, copywriting harus berbicara dengan konsumen penyuka minuman soda. Dalam "percakapan" satu lawan satu ini, salinan tersebut perlu menjelaskan bagaimana produk tersebut mengatasi keinginan pelanggan untuk menyediakan air yang segar dan nikmat.

Jika tidak bisa menuliskan salinan Anda, carilah seorang penulis yang memiliki pengalaman di pasar Anda, memahami keinginan, kebutuhan, keinginan, dan mengetahui jenis bahasa atau jargon mereka.

2. Menawarkan Manfaat atau Keunggulan Produk

Misalnya seperti ini, pemilik bisnis minuman bersoda memiliki pilihan produk untuk dijual, jadi copywriting harus membedakan produk ini dari produk lain yang sudah tersedia. Anda harus mengetahui apa yang menjadikan produk ini solusi terbaik (termudah, teraman, tersehat, dan lainnya).

Banyak orang menyebut ini sebagai USP atau Unique Selling Proposition. Apa yang membuat Anda berbeda dari setiap produk atau layanan di luar sana?

3. Memberikan Bukti Kuat

Untuk memastikan pelanggan tidak ragu atau khawatir bahwa produknya tidak akan memenuhi janjinya, sebaiknya berikan bukti spesifik bahwa produk tersebut telah digunakan dengan baik, seperti testimoni dari pelanggan, hasil pengujian dibandingkan dengan produk air bersoda lainnya, atau video pemasaran tentang betapa segar produk tersebut.

4. Memandu Audiens untuk Call To Action (CTA)

Jika Anda mencoba membuat pelanggan untuk menonton video tentang produksi air bersoda ini, copywriting perlu memandu mereka dengan jelas dengan ajakan untuk bertindak atau CTA, yang bisa berupa, "tonton video ini untuk merasakan betapa segarnya produk x". Selain itu, copywriting harus menawarkan sesuatu istimewa yang bisa membuat pelanggan ingin bertindak sekarang seperti "Produk ini dapat potongan 15 persen jika Anda memesan sebelum tanggal XX."

Memberi tahu orang-orang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya dan mengapa mereka harus melakukannya sekarang adalah dua hal yang harus disertakan pada setiap bagian pemasaran yang Anda buat. Menawarkan bonus, diskon, insentif, dan yang paling penting alasan mengapa mereka harus bertindak sekarang daripada menunda-nunda adalah cara yang sangat efektif.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini