Sang Sutradara Nilai Film Scream 5 Layak Dinantikan, Ini Alasannya...

Sang Sutradara Nilai Film Scream 5 Layak Dinantikan, Ini Alasannya... Kredit Foto: Unsplash/Jeremy Yap

Sutradara Tyler Gillett mengumumkan bahwa produksi film Scream 5 telah selesai. Kabar rampungnya tahapan pascaproduksi dari sinema itu dia sampaikan melalui media sosial Instagram.

Sang sineas mengunggah foto diri sedang duduk di ruang penyuntingan, membelakangi kamera. "Gambar sudah aman. Aku berjanji ini akan layak dinantikan," ujarnya lewat akun @tylergillett, Selasa (15/6/2021), dengan tagar #scream.

Baca Juga: Film Bertema Paranoid dengan Skor Tinggi di IMDb

Unggahan itu memuat satu foto lagi, yang menampilkan para musisi orkestra. Agaknya musik tersebut untuk skor film, tanda lain dari Gillett bahwa berbagai aspek sinema telah siap dan hanya menunggu waktu tayang.

Sekuel sebelumnya, Scream 4, rilis pada 2011. Serial televisi berjudul "Scream" sempat tayang di MTV dan VH1 selama tiga musim, tetapi dibatalkan setelah musim ketiga, membuat banyak penggemar horor merindukan pembunuh berantai favorit mereka.

Setelah rilisnya Scream 4, sutradara Wes Craven mengonfirmasi bahwa ia telah dikontrak untuk mengerjakan sekuel kelima dan keenam dari waralaba. Sayangnya, kesempatan itu tak pernah datang karena Craven meninggal pada 2015. 

Sekarang, sutradara Gillett dan Matt Bettinelli-Olpin meneruskan tongkat estafet, membawa kembali film andalan itu.  Sejumlah pendatang baru dilaporkan bergabung dengan deretan tokoh veteran yang lama dikenal dalam waralaba.

Proses syuting film dilaporkan selesai pada November 2020, sementara jadwal rilisnya masih pada 2022 mendatang. Dengan fase pascaproduksi yang sepenuhnya rampung, ada kemungkinan trailer hadir tidak lama lagi.

Detail mengenai plot masih tetap samar dengan bungkamnya para pemain. Jeda yang cukup jauh dari Scream 4 membuat banyak pihak memprediksi cerita di sekuelnya nanti akan sangat berbeda, dikutip dari laman Screen Rant, Rabu (16/6/2021).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini