Kisah Perusahaan Raksasa: Goldman Sachs, Bank Bernilai Tinggi Kuat Berdiri sejak Abad ke-19

Kisah Perusahaan Raksasa: Goldman Sachs, Bank Bernilai Tinggi Kuat Berdiri sejak Abad ke-19 Kredit Foto: Reuters

Goldman Sachs Group Inc adalah bank investasi dan perusahaan jasa keuangan multinasional Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di New York City. Bank ini adalah salah satu perusahaan perbankan investasi terbesar di dunia berdasar pendapatannya, seperti laporan Fortune Global 500.

Salah satu bank terpenting ini bisa mengantongi 53,92 miliar dolar AS untuk mengisi pendapatannya di tahun 2020. Dengan naiknya 2,7 persen pendapatan milik Goldman Sachs, peringkatnya dalam Fortune naik 2 nomor, sehingga posisinya kini di peringkat ke-202.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Telefonica, Penyambung Suara Rakyat Spanyol yang Mengglobal

Perusahaan sempat merugi di tahun 2020 sebesar 19,1 persen. Keuntungannya ini sekarang di angka 8,46 miliar dolar AS. Sementara itu, bank ini juga mengelola uang sebesar 992,96 miliar dolar AS pada asetnya.

Salah satu raksasa perbankan dunia ini lahir sekitar abad ke-19. Dengan umurnya yang cukup tua sekarang ini, prestasinya masih cukup apik. 

Mengutip berbagai sumber, Warta Ekonomi pada Kamis (17/6/2021) akan mengulaskan kisahnya dalam artikel perusahaan raksasa ini. Untuk itu, simak selengkapnya tulisan di bawah ini.

Goldman Sachs didirikan di New York pada 1869 oleh Marcus Goldman, seorang pria kelahiran Jerman. Pada 1882, menantu Goldman bernama Samuel Sachs bergabung dengan firma tersebut.

Di tahun 1885 perusahaan mengadopsi nama yang dipakai hingga sekarang, Goldman Sachs & Co sekaligus di tahun ini, Goldman membawa putranya, Henry masuk ke dalam bisnis.

Perusahaan membuat nama untuk dirinya sendiri merintis penggunaan kertas komersial untuk pengusaha dan bergabung New York Stock Exchange (NYSE) pada tahun 1896. Pada tahun 1898, modal perusahaan mencapai 1,6 juta dolar AS, dan berkembang pesat.

Goldman memasuki pasar IPO pada tahun 1906 ketika membawa Sears, Roebuck and Company menjadi perusahaan publik. Kesepakatan itu terjadi karena persahabatan pribadi Henry Goldman dengan pemilik Sears, Julius Rosenwald. IPO lainnya menyusul, termasuk F. W. Woolworth dan Continental Can.

Selanjutnya, pada 1920, firma tersebut pindah dari 60 Wall Street ke bangunan 12 lantai senilai 1,5 juta dolar AS di 30-32 Pine Street. Menyusul ini, tanggal 4 Desember 1928, perusahaan meluncurkan Goldman Sachs Trading Corporation, sebuah dana tertutup.

Dana tersebut gagal sepanjang Kecelakaan Pasar Saham tahun 1929. Ini keluar di tengah tuduhan bahwa Goldman telah terlibat dalam manipulasi harga saham dan perdagangan orang dalam. Untungnya bagi perusahaan, perdagangan orang dalam tidak akan menjadi ilegal di AS sampai tahun 1934.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini