Menimize Perkenalkan Teknologi Permodelan 3D Asli Karya Anak Bangsa

Menimize Perkenalkan Teknologi Permodelan 3D Asli Karya Anak Bangsa Kredit Foto: Muhammad Syahrianto

Menimize sebuah perusahaan rintisan Indonesia yang bergerak dalam industri teknologi 3 Dimensi (3D) secara resmi memperkenalkan studio Menimize untuk memberikan pengalaman baru dalam industri pemodelan 3D. Di saat bersamaan, Menimize juga memperkenalkan The Menimizer, sebuah inovasi Portable 3D Camera pertama di Asia untuk menjawab segala kebutuhan pemodelan 3D secara praktis, cepat dan akurat.

Berlokasi di Lantai 2, Plaza Indonesia, Menimize membangun atmosfer baru bagi konsumen untuk mengeksplorasi inovasi dan teknologi 3 Dimensi.

Baca Juga: MNC Animation Rilis Action Figure BIMA S

“Kami memulai inovasi ini dari sebuah passion dan hobby terhadap action figure, model kit dan beragam jenis mainan. Kami melihat bahwa konsumen atau penikmat action figure, model kit dan mainan menginginkan sesuatu hal yang berbeda. Hal ini terlihat dari meningkatnya minat kostumisasi dari sebuah mainan sesuai keinginan dan gaya mereka," kata Irene Nadya, Chief Marketing Officer Menimize.

"Didukung dengan perkembangan teknologi khususnya pemodelan 3 Dimensi yang kian pesat, kami melihat bahwa ini menjadi peluang untuk berinovasi dengan menciptakan sebuah kostumisasi figure guna menjawab kebutuhan tersebut,” tambah Irene.

Peningkatan kebutuhan 3D dan Computer Aided Design (CAD), mendorong Menimize untuk mengembangkan inovasi dengan meluncurkan produk dengan teknologi terkini yaitu The Menimizer. Ini merupakan sebuah Portable 3D Camera pertama di Asia yang dirancang serta dikembangkan oleh tim engineer Menimize dari Indonesia.

Passion kami terhadap industri ini mendorong kami untuk terus berinovasi dengan menghadirkan Portable 3D Camera bernama The Menimizer. The Menimizer memungkinkan kita untuk membuat pemodelan 3D secara praktis, cepat dan akurat. Kami mengembangkan The Menimizer dengan desain yang compact sehingga dapat diinstalasi pada ruangan berukuran 3x3 meter. Hal ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mulai dari dokumentasi, pembuatan 3D digital asset hingga figure”, pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini