Pakar Epidemiologi China Bilang Amerika Harus Jadi Tersangka Utama Munculnya Covid-19

Pakar Epidemiologi China Bilang Amerika Harus Jadi Tersangka Utama Munculnya Covid-19 Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter

Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidikan selanjutnya tentang asal usul COVID-19 setelah sebuah penelitian menunjukkan penyakit itu bisa saja beredar di sana pada awal Desember 2019, kata media pemerintah, Kamis.

Studi yang diterbitkan minggu ini oleh Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), menunjukkan bahwa setidaknya tujuh orang di lima negara bagian AS yang berbeda terinfeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, beberapa minggu sebelum kasus resmi pertama dilaporkan.

Baca Juga: Dengan Baik-baik China, Biden Ingin Tanya Keseriusan Investigasi Virus Corona

Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada tabloid milik negara Global Times bahwa perhatian sekarang harus beralih ke Amerika Serikat (AS), yang lambat untuk menguji orang pada tahap awal wabah, dan juga rumah bagi banyak laboratorium biologi.

"Semua mata pelajaran terkait senjata biologis yang dimiliki negara harus diawasi," katanya seperti dikutip.

Mengomentari penelitian pada Rabu, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan sekarang "jelas" bahwa wabah COVID-19 memiliki "banyak asal" dan bahwa negara-negara lain harus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Asal usul pandemi telah menjadi sumber ketegangan politik antara China dan Amerika Serikat, dengan banyak fokus pada Institut Virologi Wuhan, yang terletak di kota tempat wabah pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019.

Sebuah laporan oleh laboratorium nasional pemerintah AS menyimpulkan bahwa masuk akal bahwa virus itu telah bocor dari laboratorium Wuhan, Wall Street Journal melaporkan awal bulan ini.

Sebuah studi sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan bahwa SARS-CoV-2 dapat beredar di Eropa pada awal September, tetapi para ahli mengatakan ini tidak berarti itu tidak berasal dari China, di mana banyak virus corona mirip SARS telah ditemukan di negara tersebut.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini