Pertemuan Biden-Putin Hadirkan Sejumlah Fakta Menarik, Soal Apa Saja?

Pertemuan Biden-Putin Hadirkan Sejumlah Fakta Menarik, Soal Apa Saja? Kredit Foto: Japan Times/APF-JIJI

Akhirnya Joe Biden bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Banyak pihak yang membahas aspek politik pertemuan yang digelar Jenewa, Swiss itu.

Namun juga banyak kejadian unik yang terjadi selama pertemuan tatap muka pertama Biden dengan Putin sejak ia mulai menjabat Januari lalu. Berikut sejumlah hal menarik yang dikumpulkan Sputnik News dalam pertemuan dua kepala negara itu pada Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Biden Bilang Bahas Iran dan Suriah Bareng Putin, Ada Maksud Apa?

Bukan Pertemuan Pertama

Biden memang baru menjabat sebagai kepala negara AS pada Januari lalu. Namun ia sudah pernah bertemu dengan Putin pada 2011 ketika ia masih menjabat sebagai wakil presiden dan Putin sebagai perdana menteri sebelum ia terpilih kembali sebagai presiden pada 2012.

Putin juga menghadiri pertemuan perubahan iklim yang diselenggarakan Biden bulan April lalu. Namun keduanya tidak berbicara karena kegiatan tersebut digelar secara virtual. Mereka sudah dua kali berbicara melalui telepon sejak Biden menjabat sebagai presiden.

Biden Terlambat

Rombongan kendaraan Biden terlambat sembilan menit dari yang dijadwalkan walaupun ia tiba di Jenewa satu hari lebih dulu dari Putin yang terbang dari Sochi. Dalam pertemuan sebelumnya, Putin yang biasanya telat pernah sampai 40 menit seperti yang terjadi ketika ia bertemu dengan mantan Presiden Barack Obama.

Jabat Tangan

Saat dua kepala negara itu bertemu di depan kastil abad ke-18, Biden dan Putin berjabatan tangan. Mereka kembali berjabat tangan saat sudah berada di dalam Villa la Grange.

Padahal saat berkunjung ke Eropa, Biden selalu menggunakan kepalan tangan atau siku ketika menyapa pemimpin-pemimpin dunia lainnya. Seperti saat ia bertemu dengan Presiden Turki Tayyep Erdogan di pertemuan NATO.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini