Kisah Orang Terkaya: Savitri Jindal, Janda dari Konglomerat Baja Berharta Rp211 Triliun

Kisah Orang Terkaya: Savitri Jindal, Janda dari Konglomerat Baja Berharta Rp211 Triliun Kredit Foto: Twitter/BSIndia

Salah satu orang terkaya di dunia berasal dari India. Ialah seorang konglomerat wanita bernama Savitri Jindal. Wanita kelahiran 20 Maret 1950 ini adalah Ketua dari Emeritus OP Jindal Group dan juga presiden dari Maharaja Agrasen Medical College, Agroha.

Pada tahun 1970, Savitri menikah dengan OP Jindal, pendiri awal Jindal Group. Jindal merupakan konglomerat baja dan listrik. Savitri menjadi ketua setelah suaminya, OP Jindal meninggal dalam kecelakaan helikopter pada tahun 2005. Pendapatan perusahaan meningkat empat kali lipat setelah dia mengambil alih perusahaan.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Mat Ishbia, Pelatih Basket yang Banting Stir Jadi Pengusaha

Meski telah menjadi pengusaha kaya raya di Negeri Bollywood, namun Savitri adalah seorang politikus. Dia adalah anggota partai politik INC yang hartanya lebih dari USD14,7 miliar (Rp211 triliun).

Di tengah karirnya sebagai politikus, pada tahun 2005, Jindal terpilih menjadi Haryana Vidhan Sabha dari daerah pemilihan Hissar, yang sebelumnya diwakili oleh mendiang suaminya Om Prakash Jindal untuk waktu yang lama. Pada tahun 2009, ia terpilih kembali ke daerah pemilihan dan diangkat sebagai menteri kabinet di Pemerintahan Haryana pada 29 Oktober 2013.

Pada kabinet sebelumnya, Savitri pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendapatan dan Penanggulangan Bencana, Konsolidasi, Rehabilitasi dan Perumahan serta Menteri Negara Badan Permukiman dan Perumahan Daerah Perkotaan.

Bisnis O.P. Jindal dimulai pada tahun 1952 oleh O.P Jindal sendiri. Ia adalah seorang insinyur yang menjadi konglomerat baja, listrik, pertambangan, minyak dan gas. Masing-masing dari empat divisi bisnisnya dijalankan oleh empat putranya, Prithviraj, Sajjan, Ratan dan Naveen Jindal. Jindal Steels adalah produsen baja terbesar ketiga di India. Aset terbesar grup, JSW Steel diawasi oleh putranya yang berbasis di Mumbai, Sajjan Jindal.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini