Nah Lho, Ketahuan! Netanyahu Kegep Sobek-sobek Sebuah Dokumen Sebelum Bennett Dilantik

Nah Lho, Ketahuan! Netanyahu Kegep Sobek-sobek Sebuah Dokumen Sebelum Bennett Dilantik Kredit Foto: Instagram/Benjamin Netanyahu

Dokumen yang disimpan di brankas Perdana Menteri dihancurkan Pada Minggu (13/6/2021), tepat sebelum Naftali Bennett menjabat, Haaretz melaporkan pada Kamis (17/6/2021).

Penghancuran dokumen secara ilegal dilakukan atas instruksi mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu, kata pegawai di kantor tersebut kepada Haaretz.

Baca Juga: Intelektual Palestina Ungkap Kekhawatiran Ketika Bennett Gantikan Netanyahu, Inilah Alasannya!

Dokumen yang dimusnahkan adalah yang disimpan di "aquarium", tempat penyimpanan jadwal pejabat kantor, materi yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari dan dokumen lainnya. Tidak jelas dokumen apa yang dihancurkan pada saat ini.

Para pejabat menanggapi atas nama Netanyahu, memberi tahu Haaretz bahwa laporan insiden itu "benar-benar bohong. Itu tidak pernah terjadi."

Kantor Perdana Menteri menanggapi Haaretz dengan mengatakan, "Topiknya tidak familiar bagi kami. Mengikuti pertanyaan Anda, kami akan memeriksa detailnya."

Masa jabatan 12 tahun Netanyahu yang memecahkan rekor sebagai perdana menteri berakhir pada Minggu malam ketika Knesset memilih untuk menyetujui pemerintah baru yang dibentuk oleh Bennett dan ketua Yesh Atid Yair Lapid.

Netanyahu telah menolak untuk mengambil bagian dalam upacara transisi tradisional, dan pertemuan singkat berlangsung di balik pintu tertutup, tanpa pernyataan kepada pers.

Sumber yang dekat dengan Bennett mengatakan Netanyahu tidak mengizinkan stafnya mengadakan pertemuan transisi sebelum pemerintah baru secara resmi disahkan pada hari Minggu.

MK Gilad Kariv meminta Jaksa Agung untuk memerintahkan pemeriksaan pemotongan dokumen di kantor Netanyahu menjelang pelantikan pemerintahan baru, dan menjelaskan dan secara resmi kepada ketua oposisi dan stafnya yang akan keluar, bahwa mereka harus menyampaikan semua dokumen yang mereka miliki yang berhubungan dengan peran mereka sebelumnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini