Ada Isu Mau Dibongkar, AHY Tegas: Untung Punya Jalur Sepeda, Lumayan buat Cari Keringat

Ada Isu Mau Dibongkar, AHY Tegas: Untung Punya Jalur Sepeda, Lumayan buat Cari Keringat Kredit Foto: Rahmat Saepulloh

Publik dihebohkan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyetujui usulan politikus Partai Nasdem Ahmad Syaroni, terkait usulan pembongkaran jalur khusus sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Listyo mengevaluasi jalur sepeda yang ada di Jakarta.

"Kami akan terus mencari formula yang pas, kami setuju untuk masalah yang (jalur sepeda) yang permanen itu nanti dibongkar," ujar Listyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di kompleks Senayan.

Baca Juga: Annisa Pohan dan Polemik Jalur Sepeda, Demokrat: Ada yang Coba Adu Domba

Berbeda pendapat, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) malah setuju dengan keberadaan jalur khusus sepeda. Dia merasa senang lantaran di Ibu Kota memiliki jalur yang khusus melindungi pesepeda.

"Bersepeda di Ibu Kota di hari kerja cukup menantang, suasana jalan yang cukup ramai membuat kami pesepeda harus berhati-hati dan fokus selama bersepeda. Untungnya, ada jalur-jalur sepeda yang khusus bisa kami gunakan," kata Agus dalam akun Instagram-nya, agusyudhoyono, dikutip Republika pada Jumat (18/6/2021).

"Saya berharap jalur ini bisa terus dipertahankan untuk para pesepeda kita. selama para pengguna jalan taat dengan rambu-rambu dan aturan lalu lintas, dan juga saling berbagi jalan, pasti akan lancar," kata peraih Adhi Mayakasa Akmil 2000 tersebut menambahkan.

Dalam foto yang dibagikan di akunnya, Agus mengajak pengurus DPP Partai Demokrat untuk gowes ke kantor. Kemudian, mereka bersepeda bersama ke tempat rapat dengan rute kurang lebih 23 kilometer. Agus menulis rute keliling Jakarta secara lengkap.

"Walauapun tidak terlalu jauh jaraknya, tapi lumayan untuk cari keringat," kata Agus.

Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga mengajak masyarakat untuk olahraga. Bahkan, ia menjadikan hari Selasa wajib bagi pengurus Demokrat.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini