Eks Politikus Demokrat Bongkar Siasat JK untuk Anies Baswedan di Pilpres, Tapi Tetap Susah Menang

Eks Politikus Demokrat Bongkar Siasat JK untuk Anies Baswedan di Pilpres, Tapi Tetap Susah Menang Kredit Foto: Antara/Nando

Mantan Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean blak-blakan membongkar pesan khusus mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Anies Baswedan adalah subordinat dari Jusuf Kalla mulai dari 2014," jelas Ferdinand Hutahaean kepada GenPI.co, Jumat (18/6).

Baca Juga: The Real King Maker, JK Masih Jadi Patron Banyak Politisi Termasuk Anies

Pria berdarah Batak tersebut memberikan alasan untuk memperkuat opininya, bahwa Anies Baswedan menjadi pendukung Jokowi bukan karena mantan Wali Kota Solo tersebut, melainkan faktor JK.

"Saat JK mendukung Anies Baswedan, hal tersebut tidak mengherankan, karena dalam kubu JK juga tidak ada lagi orang yang layak didukung selain Anies," ungkapnya.

Selain itu, JK berpesan sebaiknya Anies Baswedan tidak terlalu terburu-buru berbicara mengenai pencalonan presiden 2024.

Bahkan, JK meminta Anies Baswedan untuk fokus mengerjakan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Ini baru dugaan saya, bahwa JK mungkin memiliki agenda atau siasat lain untuk Anies Baswedan. Mungkin JK melihat ada peluang untuk Anies karena melihat elektabilitasnya lumayan bagus," bebernya.

Ferdinand Hutahaean menilai, sekalipun JK memiliki rencana untuk Anies Baswedan, peluang untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sangat kecil.

"Hal tersebut karena prestasi Anies belum terlihat apa-apa. Selain itu, Anies bukan dari suku Jawa, di mana masyarakat Indonesia masih sangat melihat hal tersebut," ungkap Ferdinand Hutahaean.

Pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) tersebut mengungkapkan, karena peluang Anies Baswedan sangat kecil, maka JK akan membuat siasat bagaimana agar Gubernur DKI tersebut memenangkan pertarungan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini