Rela Mundur Demi Jokowi 3 Periode, Qodari: Saya Gak Mau Berantem

Rela Mundur Demi Jokowi 3 Periode, Qodari: Saya Gak Mau Berantem Kredit Foto: Antara/Biro Pers/Lukas

Serius menggalang dukungan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari memutuskan mudur dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Qodari mengatakan, dirinya ingin menjadikan Jokowi dan Prabowo berduet sebagai pasangan capres-cawapres tanpa membawa latar belakang lembaganya.

Baca Juga: Soal Jabatan 3 Periode, Jokowi Tegas untuk Tegak Lurus Pada Konstitusi UUD 1945

"Saya sepenuhnya menyadari bahwa posisi saya hari ini adalah aktivis, bukan sebagai surveyor sehingga saya itu mundur dari Persepi," kata Qodari di kantor Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Jokpro), Jalan Tegal Parang Selatan 1, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Qodari menjelaskan alasan mundur dari Persepi, lantaran teman-temannya di perhimpunan tersebut tidak setuju dengan gagasannya ini. "Jadi saya memutuskan mundur karena ada temen-teman yang nggak setuju Jokowi 3 periode. Saya nggak mau kelahi ya dengan teman-teman sendiri," ujarnya. 

Qodari menceritakan dukungannya kepada Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Hal itu disampaikannya Maret 2021 di salah satu stasiun televisi. Kemudian gayung bersambut banyak masyarakat yang mendukung gagasan itu.

"Kalau ada istitusi (Seknas Jokpro) ini bergerak saya yakin Insya Allah pada saatnya mayoritas setuju," ungkapnya.

Sebelumnya, Penasihat Jokowi-Prabowo Subianto (Jokpro), M Qodari ini mengatakan, muncul ide menjadikan Jokowi menjadi presiden Indonesia di periode ketiga karena ia dan relawan yang satu visi dengannya tidak ingin adanya polarisasi di masyarakat.

Dia mencontohkan, pada Pilpres 2014-2019 terjadi polarisasi di masyarakat. Bahkan di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu juga mengalami hal yang sama. Masyarakat dengan yang lainnya saling menghujat demi membela yang didukungnya.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini