Kasus Covid-19 Memuncak, KAI Diminta Bertindak Lakukan Tes Acak!

Kasus Covid-19 Memuncak, KAI Diminta Bertindak Lakukan Tes Acak! Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI), melakukan tes secara acak (random test) Covid-19 kepada penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, di sejumlah stasiun utama. 

Random test ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Corona yang saat ini terus mengalami peningkatan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Menhub mengatakan, KRL merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Karena itulah, perlu perhatian khusus sebagai bagian upaya untuk bersama-sama menekan penyebaran Covid-19Baca Juga: Wiku Adisasmito Positif Covid-19, Serukan Disiplin Protokol Kesehatan

“Saya mendapat laporan, jumlah penumpang KRL per hari cenderung meningkat, yaitu sekitar 400-500 ribu penumpang per hari. Walaupun di masa normal bisa di atas satu juta penumpang, tetapi ini harus kita sikapi mengingat saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19,” ujar Menhub dalam usai peninjauan ke Stasiun Jatinegara dan Stasiun Bekasi Timur, Sabtu (19/6). Baca Juga: Satgas Covid-19 Dorong Kesadaran Prokes Libatkan Seniman Nusantara

Oleh karenanya, Ia meminta PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama, seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang.

Menhub menjelaskan, tes secara acak ini perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19, dan diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” ujarnya.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang kereta tidak berdesakan.

Sementara itu, Direktur Utama  PT KAI, Didiek Hartantyo menyatakan, siap untuk melaksanakan random test di beberapa stasiun utama.

Ia  telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL, seperti mewajibkan untuk penumpang memakai masker, mencuci tangan, memberi tanda tempat duduk dan tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak, dan membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap gerbong kereta.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini