Bahaya! Kalau Jokowi Nggak Jabat 3 Periode, Bisa Bahaya!

Bahaya! Kalau Jokowi Nggak Jabat 3 Periode, Bisa Bahaya! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jok-Pro 2024 Timothy Ivan Triyono menuturkan gagasannya soal Joko Widodo (Jokowi) harus melanjutkan jabatan sebagai presiden di periode ketiga. Dia menyatakan jika Jokowi tidak lanjut sebagai presiden, maka akan membahayakan pembangunan yang telah berjalan.

"Karena pembangunan ini kalau sampai dipotong, bahaya nanti. Kita akan mulai dari nol lagi kayak Pertamina," tutur Timothy di sela-sela syukuran Kantor Sektretariat Nasional Komunitas Jok-Pro 2024 di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021).

Baca Juga: Soal Jabatan 3 Periode, Jokowi Tegas untuk Tegak Lurus Pada Konstitusi UUD 1945

Timothy mengatakan Jok-Pro terbentuk juga untuk mencegah terjadinya polarisasi ekstrem di masyarakat seperti pascapilpres sebelumnya. 

Oleh karena itu, dia menyebut Jokowi dan Prabowo penting untuk dipasangkan sebagai calon presiden dan wakil presiden 2024 agar tidak terjadi lagi polarisasi di Pilpres 2024 mendatang. Meski begitu, dia menegaskan Jok-Pro terbuka untuk segala masukan baik dari yang pro maupun yang kontra.

"Jadi, kalau ada yang bilang ini tidak demokratis sangat salah sekali, karena kami sangat demokrasi sekali. Kami membuka semua kemungkinan," kata dia.

Ketua Umum Sekretaris Nasional Komunitas Jok-Pro 2024, Baron Danardono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan deklarasi dalam lima bulan ke depan.

"Insyallah lima bulan atau empat bulan lagi kami bisa berjumpa dalam acara deklarasi," ujar Baron di kesempatan itu.

Dia menambahkan deklarasi itu akan tercipta ketika komunitas Jok-Pro 2024 telah mendapatkan dukungan di 34 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Meski demikian, Baron tetap meminta dukungan semua pihak untuk komunitas Jok-Pro 2024.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini