AFC Gelar Mega-Event dengan Prokes Ketat di Bali: Dihadiri Raline Shah dan Puluhan UMKM

AFC Gelar Mega-Event dengan Prokes Ketat di Bali: Dihadiri Raline Shah dan Puluhan UMKM Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf

AFC akan menggelar acara berskala besar pertama di masa pandemi dengan tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan. Acara bertajuk Recognition Spirit of Samurai itu akan diselenggaran di Garuda Wisnu Kencana Bali pada 20-22 Juni 2021.

Sebelum mendatangi lokasi acara, peserta harus melakukan swab antigen tepat sebelum keberangkatan. Penyelenggara akan memastikan kesehatan para peserta saat hari pelaksanaan acara, oleh sebab itu hasil tes sebelum hari H tidak akan diakui oleh penyelenggara.

Baca Juga: Helatan Recognition Spirit of Samurai dari AFC Indonesia di GWK Bali Dapat Dukungan Penuh

Kemudian, peserta akan bersama-sama menuju lokasi acara dengan menggunakan bus. Kapasitas bus akan menyesuaikan ketentuan yang telah ditetapkan yaitu 70 persen atau kurang lebih 20 orang setiap bus. Tidak hanya itu, peserta juga akan melalui pemeriksaan suhu tubuh dan protokol kesehatan lainnya sebelum memasuki lokasi. AFC juga memastikan akan membatasi peserta hanya 800 orang, dari kapasitas GWK yang sebenarnya dapat menampung 5 ribu orang.

Acara ini akan dihadiri oleh seluruh pemimpin AFC di Indonesia. Peserta yang hadir di acara ini memiliki kesempatan bertemu para pemimpin unggul di AFC Lifescience. Peserta dapat mendengarkan kisah para pemimpin AFC sehingga dapat membantu peserta mengubah pola pikir mereka dalam menjalankan bisnis.

Dalam mega-event tersebut, AFC akan memberikan donasi sebesar Rp2 miliar kepada Yayasan Bina Nusantara yang akan dipandu langsung oleh Raline Shah. Pemberian donasi itu akan disaksikan langsung oleh para peserta dan tamu VIP acara AFC.

AFC juga akan memberikan donasi ke UMKM Bali senilai Rp200 juta. Acara ini juga memberikan kesempatan kepada UMKM dari berbagai industri untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka. AFC menyediakan sekitar 27 booth yang akan menjual oleh-oleh khas Bali seperti makanan kering dan basah, tas rajut, hingga kain tenun.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini