Pernyataan Orang 212 Mengejutkan, Respons Keras Ferdinand Hutahaean: Provokasi Saja!

Pernyataan Orang 212 Mengejutkan, Respons Keras Ferdinand Hutahaean: Provokasi Saja! Kredit Foto: Instagram/Ferdinand Hutahaean

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin blak-blakan mengaku bahwa PA 212 tidak mempunyai kekuatan untuk membendung massa pencinta eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang bisa saja hadir di sidang vonis nanti.

"Kami dari PA 212 tidak punya kekuatan membendung masa pencinta IB (Imam Besar) HRS yang bisa saja hadir pada sidang putusan vonis nanti, karena memang Jaksa telah melakukan provokasi terhadap umat Islam khususnya pencinta IB HRS," jelas Novel Bamukmin.

Baca Juga: Hati-Hati Pak Prabowo Hati-Hati.. Pasukan 212 Bisa Habis-habisan Ngelawan Anda di Pilpres 2024

Sementara itu, Mantan Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean langsung merespons pernyataan Novel Bamukmin yang menyebut pihaknya tak mampu membendung massa eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang bisa saja mendatangi sidang vonis.

Respons keras Ferdinand Hutahaean diungkapkan lewat unggahannya di Twitter miliknya, Ferdinand juga membagikan foto tangkapan layar pemberitaan terkait Novel Bamukmin tersebut.

Eks anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menilai bahwa selama ini Novel Bamukmin kerap memprovokasi massa untuk hadir di sidang Habib Rizieq. Namun, menurut Ferdinand, pada kenyataannya tidak ada massa pendukung Habib Rizieq Shihab yang hadir.

"Gayamu Pel membendung, bukannya selama ini kalian provokasi supaya ramai, tapi sayangnya ngga ada yang hadir?" kata Ferdinand Hutahaean dikutip GenPI.co, Sabtu (19/6). Oleh sebab itu, Ferdinand Hutahaean lantas meminta Novel Bamukmin agar tak perlu membendung massa Habib Rizieq Shihab.

Bahkan, ia mempersilahkan Novel Bamukmin untuk terus melontarkan provokasi terkait Habib Rizieq sampai mulut Wasekjen PA 212 itu berbusa.

"Nggak usah kau bendung, provokasi saja sampai mulutmu berbusa," ungkap Ferdinand Hutahaean.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini