Perluas Pinjaman ke Segmen Ritel, AdaKami Gandeng Bank Jago

Perluas Pinjaman ke Segmen Ritel, AdaKami Gandeng Bank Jago Kredit Foto: Unsplash/Peter Bond

AdaKami, aplikasi peer-to-peer lending (P2P) milik PT Pembiayaan Digital Indonesia menggandeng PT Bank Jago Tbk dengan nilai kerjasama pembiayaan hingga Rp100 milyar. Sinergi ini meningkatkan likuiditas AdaKami sehingga mampu memperluas akses pinjaman ke segmen ritel, mass market serta pelaku usaha kecil menengah.

Fasilitas pembiayaan dapat memacu pelaku usaha untuk ekspansi, sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Sinergi Modal Rakyat dengan Bank Jago Mendorong Pembangunan Keuangan Digital di Indonesia

“Langkah kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi upaya kami untuk terus berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar, menjangkau basis pengguna yang lebih luas, meningkatkan pengalaman, serta kepuasan para pengguna AdaKami,,” ungkap Bernardino M. Vega, Jr., Direktur Utama PT Pembiayaan Digital Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/6/2021).

Proses membangun kolaborasi dengan Bank Jago difinalisasi pada tanggal 12 April 2021. Fasilitas pembiayaan senilai Rp100 miliar tersebut akan disalurkan ke empat juta pengguna AdaKami yang mayoritas berprofesi sebagai pelaku usaha.

“Situasi pandemi menjadi momen yang tepat untuk memperkuat kolaborasi perbankan dan fintech. Selain membuka akses yang lebih besar kepada para peminjam, kerjasama dua industri ini juga akan memperkuat ekosistem keuangan digital menjadi lebih inklusif dan kolaboratif,” kata Bernardino.

AdaKami telah menyalurkan pinjaman secara kumulatif hingga lebih dari Rp5 triliun kepada 6,4juta debitur terdaftar. Dari total pinjaman tersebut, sebanyak 40% digunakan untuk modal kerja (capital loan). Sementara itu, selama kuartal I-2021 AdaKami telah memberikan pinjaman hampir Rp2 triliun kepada lebih dari 1juta peminjam.

Dengan adanya kolaborasi dengan Bank Jago, AdaKami akan meningkatkan jumlah dana dan plafon pinjaman yang dapat diajukan oleh calon peminjam. Lebih dari itu, AdaKami juga berencana menurunkan bunga pinjamannya pada tahun 2021.

“Pandemi adalah tantangan untuk semua orang. Kami sangat memahami bahwa kebutuhan masyarakat untuk berkembang terasa lebih berat setahun terakhir ini,” jelas Dino.

Selain meningkatkan kapasitas kredit dan menurunkan suku bunga, pada tahun ini AdaKami juga akan meluncurkan kolaborasi dengan beberapa pemain e-commerce dan dompet digital di Indonesia. Melalui kolaborasi channeling, AdaKami akan menambahkan jumlah dan kategori transaksi dalam waktu dekat.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini