WHO Duduk Bareng Komite Olimpiade Bahas Pesta Olahraga Dunia di Tokyo

WHO Duduk Bareng Komite Olimpiade Bahas Pesta Olahraga Dunia di Tokyo Kredit Foto: Antara/Athit Perawongmetha

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin menyampaikan akan melakukan pembahasan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait penanggulangan Covid-19 di Jepang, setelah penyelenggara mengumumkan ajang olahraga terbesar itu boleh dihadiri penonton dalam jumlah terbatas.

Kepala Program Kedaruratan WHO Mike Ryan menilai terjadi perkembangan positif di Jepang dengan menurunnya tingkat penularan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menjadi penyelenggara acara berskala besar.

Baca Juga: Karena Hal Ini, Jepang Pertimbangkan Vaksinasi 70 Ribu Relawan Olimpiade

"Yang menyenangkan adalah tingkat (penyebaran) penyakit telah turun secara terus-menerus dan konsisten di Jepang selama beberapa pekan terakhir," kata Ryan dalam konferensi pers di Jenewa yang diikuti Reuters.

Pembahasan ini menindaklanjuti pengumuman panitia pelaksana yang membolehkan 10.000 penonton domestik menghadiri acara Olimpiade di Tokyo. Keputusan ini bertentangan dengan rekomendasi beberapa ahli medis yang mengimbau agar acara dilangsungkan tanpa penonton demi meminimalisir risiko penularan.

"Kami mengetahui keputusan itu hari ini dan kami menindaklanjuti dengan IOC serta pihak berwenang di Jepang. Kami akan mengadakan panggilan lagi dengan satuan tugas mereka minggu ini untuk mempertimbangkan keputusan baru ini," tutur Ryan.

Meski begitu, penonton dari luar negeri dilarang untuk datang setelah muncul penentangan publik dan kekhawatiran mendalam tentang potensi peningkatan penularan. Ryan mengatakan tingkat infeksi Jepang adalah 80 orang per satu juta penduduk dalam sepekan terakhir atau jauh lebih rendah dari banyak negara lain.

WHO akan terus memeriksa prosedur manajemen dan penilaian risiko untuk Olimpiade, serta melihat proses penyaringan hingga pengawasan, menjaga jarak, pranata ventilasi, dan banyak hal lainnya.

"Namun penting untuk dicatat bahwa tingkat kejadian di Jepang telah turun secara konsisten selama beberapa pekan terakhir," jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini