Tak Terpengaruh Corona yang Menggila, Miliarder India Tumbuh Lebih Kaya dari Taipan Teknologi China

Tak Terpengaruh Corona yang Menggila, Miliarder India Tumbuh Lebih Kaya dari Taipan Teknologi China Kredit Foto: Reuters/Bobby Yip

Miliarder India telah tumbuh lebih kaya daripada taipan teknologi China di tengah pandemi virus corona. Miliarder India telah diberkati dari pasar saham yang tangguh, sementara taipan teknologi China dijatuhkan oleh tindakan keras pemerintah mereka.

Dilansir dari Nikkei Asia di Jakarta, Rabu (23/6/21) menurut Bloomberg Billionaires Index, taipan minyak dan telekomunikasi India, Mukesh Ambani telah melihat kekayaannya tumbuh 11% sepanjang tahun ini menjadi USD85,1 miliar (Rp1.229 triliun).

Alhasil, Ambani menjadi orang terkaya No. 12 secara global di depan nama-nama besar China seperti pendiri Alibaba, Jack Ma. Setelah Ambani, ada Gautam Adani, pendiri konglomerat Grup Adani ini melihat kekayaannya meningkat hampir dua kali lipat dari awal 2021 menjadi USD65,9 miliar (Rp952 triliun), menempatkannya di urutan 15 dalam daftar global.

Baca Juga: Persaingan Sengit! Dua Konglomerat India Rebutan Posisi Orang Terkaya di Asia

Kedua miliarder India telah menuai keuntungan dari reli pasar saham India. Padahal, kasus kematian akibat Covid-19 di India sangat mengejutkan.

Sebagaimana diketahui, kasus virus corona di India mulai melonjak pada Maret dengan infeksi baru melebihi 400.000 per hari pada awal Mei. Meski demikian, penghitungan harian telah turun menjadi sekitar 50.000.

Namun dampaknya terhadap saham masih cukup terbatas. Indeks acuan Sensex Bursa Efek Mumbai tergelincir di bawah 50.000 untuk sementara waktu selama gelombang terakhir, tetapi untungnya masih jauh di atas level terendah dalam kisaran 20.000 yang pernah dicapai ketika penguncian pertama pada Maret 2020.

Indeks telah mencatat rekor tertinggi pada beberapa hari dan saham individu termasuk Reliance Industries, telah menunjukkan kinerja yang solid.

Tokoh China dalam daftar Bloomberg, seperti CEO Tencent Holdings Pony Ma, kurang beruntung karena tindakan keras antimonopoli Beijing terhadap industri teknologi mengaburkan prospek pendapatan sektor ini.

Kekayaan bersih Pony Ma hanya meningkat sekitar 5% sepanjang tahun, sementara Jack Ma telah kehilangan USD2 miliar (Rp28 triliun).

(kurs Rp14.452/USD)

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini