'Merapat' ke Prabowo setelah Megawati, Aksi Ridwan Kamil Disentil: Kadrun Bisa Mabok Ini

'Merapat' ke Prabowo setelah Megawati, Aksi Ridwan Kamil Disentil: Kadrun Bisa Mabok Ini Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, makin lincah dalam berpolitik. Setelah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dia juga bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Warganet menilai sikap lincah Kang Emil-sapaan akrab Ridwan Kamil-terkait pilpres 2024.

Kang Emil diketahui sowan ke kediaman Prabowo di Jakarta, Senin (21/6) sore. Ia datang ditemani Ketua DPD Partai Gerindra Jabar yang juga Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat. Dalam posting-an yang diunggah ke akun media sosialnya, Kang Emil terlihat disambut Prabowo di ruang kerjanya.

Baca Juga: Ejek Mas Anies-Kang Emil Seperti PSK, Ferdinand Dikecam, Benar-Benar Keji dan Biadab!

Kata Kang Emil, ada banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu. Mulai dari beberapa rencana pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk pengembangan kampus Universitas Pertahanan (Unhan) di Sukabumi. Lalu komitmen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyiapkan balai latihan dan pendidikan pertahanan di Bogor sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19. Prabowo sebut Kang Emil juga mendukung program-program Jabar juara lahir dan batin.

Lalu, di akhir pertemuan keduanya bertukar cendera mata. "Saya memberikan cendera mata batik desain sendiri dan Pak Prabowo memberikan buku tentang kepemimpinan militer," ujar Kang Emil.

Apakah pertemuan itu tidak bahas politik sama sekali? Kang Emil bilang ada, tapi terkait dengan Jabar. "Obrolan politik lebih kepada komitmen Gerindra lewat Pak Taufik (ketua DPRD Jawa Barat) agar membantu menguatkan kondusivitas politik di Jabar," ujar Kang Emil.

Lagi pula, hubungannya dengan Prabowo sudah terjalin sejak lama. Hanya saja, ia mengaku selama ini harus melewati banyak pintu untuk berkomunikasi dengan Prabowo. "Tadi saya izin ke Pak Prabowo kalau boleh komunikasi bisa lebih langsung," tambahnya.

Terkait dengan pilpres, Kang Emil tidak menyinggung secara spesifik. Menurutnya, pertemuannya dengan Prabowo termasuk Ketum-Ketum Partai lainnya semata-mata dilakukan untuk mendapatkan banyak akses dan dukungan pembangunan provinsi yang dipimpinnya.

"Karena makin banyak dukungan, makin sukses sehingga pertemuan dengan Bu Megawati, Pak Prabowo, Cak Imin, Pak Zulkifli, Pak Surya Paloh, Presiden PKS, Mas AHY, Pak Airlangga, hampir semua sudah dalam waktu berdekatan, semua di awal 2021," jelasnya.

Sebelumnya, Kang Emil juga diketahui merapat ke Mega. Ia menjadi salah satu pejabat yang diundang menghadiri acara pengukuhan gelar profesor dan guru besar Megawati di Universitasn Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jumat (11/6) lalu.

Momen itu juga di-posting ke media sosialnya. Ia memuji orasi ilmiah Mega tentang kepemimpinan Stratejik dalam masa krisis sangat mencerahkan. Eks Wali Kota Bandung ini mengaku akan merangkum nasihat Ibu Banteng tersebut. "Karena memang nasihat terbaik adalah yang datang dari pengalaman hidup yang multidimensi," pujinya.

Bagaimana penilaian pengamat soal langkah Kang Emil? Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, pertemuan Kang Emil dengan sejumlah Ketum Partai itu tak cuma dalam rangka mendukung pembangunan Jabar. Lebih jauh dari itu, juga besar kemungkinan membahas politik Pilpres 2024. Prediksinya, Kang Emil mengincar posisi Wapres.

"Jadi rupanya bukan cuma Puan ngincar Wapres ya, Ridwan Kamil kelihatannya ngincar kursi Wapres ya. Makanya dia rajin sowan, ketemu para tokoh yang berminat jadi capres," kata Hensat kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Di dunia maya, kecurigaan serupa juga tak terelakkan. Ada yang mendukung, adapula yang menentang.

Akun @IpankZx misalnya, ia mendoakan apa yang sedang diupayakan Kang Emil dengan Prabowo dimudahkan. "Aamiin Semoga lancar Pak Gubernur #JabarJuara," cuitnya. "Semua pada nyari Prabowo ni...," canda @franciscowillki. "Kadrun bisa mabok ini," timpal @chocollates_. "Makin gesit dan lincah aja ni Kang Capres," pancing @kontakamal7.

Namun, akun @GTribudiarto menilai pertemuan antara Kang Emil dengan Menhan Prabowo tidak ada kesinambungannya dalam urusan pemerintahan. "Menhan sama Gubernur.... nggak nyambung kalo urusan pemerintahan," nilainya. "Minta bikinin akun IG palingan," canda @_leonSR_.

Sementara, akun @uwaysaputra menyentil pertemuan-pertemuan yang ditengarai sebagai safari politik itu. Sebab, kasus corona di wilayahnya lagi mengkhawatirkan. "Hentikan sementara safari politik nya kang... Fokus kasus Covid di Jabar yang mulai menaik," sentilnya.

"Kang Emil, ngga usah fokus ke yang lain dulu. Nih di Bekasi banyak yang melanggar prokes, ngga ada tindakan sama sekali.. Tiap malam masih banyak warung buka, pengunjungnya banyak, nggak taat prokes, cek tuh warung-warung sepanjang kalimalang dari mitra ke unisma," timpal @meow_leader.

Akun @MustEkeph sepertinya maklum dengan pertemuan yang disebut-sebut sebagai safari politik itu sebab Kang Emil adalah politisi. "Cari panggung … sapa tau nyangkut," duganya. "Fix. Usaha buat 2024," timpal @AbiHaniAulia1.

Akun @RebornPak mulai mengkalkulasi politik Emil dan Prabowo. Menurutnya, Prabowo memang sudah mendominasi Jawa Barat. "Salah setting... Pasti kalah.. Wong tanpa Emil aja Jabar pasti ke Prabowo.. Mengulang kisah 2014 dan 2019," duganya. "Politik deui, Ga ngobrol kesejahteraan rakyat atau pendidikan murah?" sentil @1febri.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini