Tambah Lagi Dukungan dari Kadin Sulbar, Arsjad Rasjid Makin Percaya Diri

Tambah Lagi Dukungan dari Kadin Sulbar, Arsjad Rasjid Makin Percaya Diri Kredit Foto: WE

Menjelang digelarnya Munas VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Kendari, Sulawesi Tenggara  pada 30 Juni mendatang, Kadin Sulawesi Barat menyatakan dukungannya kepada Arsjad Rasjid sebagai Calon Ketua Umum Kadin Indonesia.

Deklarasi dukungan ini disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Sulbar Taslim Tammauni dan disaksikan langsung oleh Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia, Sekprov Sulbar Muhammad Idris, Ketua Kadin dari NTT, Jambi, Maluku, Banten dan seluruh keluarga besar Kadin Sulbar di Mamuju, Sulawesi Barat (22/6/2021).

Taslim Tammauni mengungkapkan  bahwa pernyataan dukungan yang diberikan kepada Arsjad Rasjid itu berdasarkan hasil rapat pleno pada tanggal 23 Mei 2021 lalu, bahwa Kadin Sulbar mengusulkan dan memberikan dukungan kepada Arsjad Rasjid  menjadi ketua umum Kadin Indonesia.

Mendapat dukungan penuh dari Kadin Sumbar, calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengaku bersyukur. Dengan adanya dukungan dari Kadin Sulbar semakin menguatkan dirinya pada Munas mendatang. 

"Pada waktunya nanti akan kelihatan sekali bagaimana dukungan yang datang dari seluruh Kadin-kadin daerah dan juga dari asosiasi-asosiasi karena juga teman-teman asosiasi yang mewakili industri juga sangat mendukung," ujar Arsjad Rasjid. 

Presiden Direktur PT. Indika Energy Tbk itu menuturkan, dukungan dari Kadin-kadin di daerah merupakan amanah yang tanggungjawab nya berat. "Dengan demikian ini harus saya bawa bagaimana tanggungjawab kita untuk membangun Kadin Indonesia kedepan," tuturnya. 

Pria kelahiran Jakarta 16 Maret 1970 itu menuturkan harapannya bahwa Munas Kadin Indonesia ke VIII nantinya dapat berjalan dengan aman dan adil. Dan besar harapannya bisa memenangkan pemilihan Kadin tersebut. 

"Harapan saya, saya bisa memenangkan pemilihan tersebut. Dan tentunya, karena ini adalah suatu pemilihan dan kemenangan bersama bukan hanya untuk saya tapi untuk kita semua yang khusunya pengusaha-pengusaha mikro menengah dan juga yang besar,” ujar Arsjad.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini