Cucu Walt Disney Kritik Keras Miliarder: Ada yang Salah dengan Sikap Mereka

Cucu Walt Disney Kritik Keras Miliarder: Ada yang Salah dengan Sikap Mereka Kredit Foto: Twitter/Abigail Disney

Cucu keponakan dari Walt Disney, Abigail Disney, mengkritik para miliarder dunia. Abigail menyebut ada yang salah dengan para miliarder, terutama sikap mereka. Abigail mengkritik banyaknya miliarder yang memiliki kehidupan mewah, pesawat pribadi, hingga enggan naik pesawat komersial.

Menurut Abigail, tidaklah baik bagi orang kaya jika dengan santainya menikmati kekayaan dan tidak membayar pajak atas uang yang mereka peroleh. Sementara orang lain pergi bekerja keluar setiap hari dan bekerja keras hanya untuk memenuhi kebutuhan.

Baca Juga: Tak Terpengaruh Corona yang Menggila, Miliarder India Tumbuh Lebih Kaya dari Taipan Teknologi China

Dilansir dari New York Daily News di Jakarta, Rabu (23/6/21) Abigail menyoriti bagaimana anak-anak dari para orang terkaya diajarkan untuk menimbun kekayaan mereka demi generasi mendatang.

Ia juga menyoroti laporan ProPublica minggu lalu, sebanyak 25 orang terkaya di AS seperti Elon Musk, Jeff Bezos, dan Warren Buffett tidak membayar pajak penghasilan federal, sementara sebagian besar bangsa bekerja keras.

“Apa motivasi mereka yang memiliki banyak uang sampai menahan uang yang mereka miliki padahal itu untuk kepentingan publik?" tandas Abigail.

Lebih lanjut, Abigail menambahkan bahwa kebanyakan dari para miliarder tak mempercayakan uang mereka kepada pemerintah. Mereka lebih baik menggunakan sebagian kecil kekayaan mereka untuk filantropi.

Abigail juga membandingkan kebutuhan akan kekayaan seperti kecanduan alkohol atau lainnya. Seorang peminum atau pecandu merasa perlu untuk terus mengumpulkan apa pun yang membuat mereka puas.

"Ketika Anda memiliki sesuatu, Anda harus memiliki lebih banyak lagi, dan apa pun yang Anda miliki, menjadi hal yang normal," katanya kepada CNN. “Ada banyak orang yang memisahkan diri mereka sendiri dari apa yang dialami orang lain, sehingga ketika mereka berbalik dan menggunakan uang mereka dan menerjemahkannya ke dalam kekuatan politik, mereka tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani orang biasa.” lanjut Abigail.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini