Kisah Perusahaan Raksasa: Bisnis Bir Keluarga Bikin AB InBev Raup Cuan hingga USD9,17 M Setahun

Kisah Perusahaan Raksasa: Bisnis Bir Keluarga Bikin AB InBev Raup Cuan hingga USD9,17 M Setahun Kredit Foto: Reuters/Yves Herman

Anheuser-Busch InBev SA/NV umumnya dikenal sebagai AB InBev adalah perusahaan minuman dan pembuatan bir multinasional asal Leuven, Belgia. Perusahaan ini adalah hasil penggabungan (merger) dua raksasa pembuat bir, Anheuser-Busch dan InBev.

AB InBev menempati peringkat ke-205 dalam daftar perusahaan raksasa Fortune Global 500 berdasar pendapatannya. Kinerja keuangan perusahaan tahun 2020 relatif sehat. Dengan total 53,72 miliar dolar AS sukses masuk ke dalam kantong pendapatan. 

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Caterpillar, Jawaranya Barang-barang Konstruksi dari Amerika

Sementara itu, AB InBev sedikit girang dengan kenaikan laba sebesar 110 persen di tahun itu. Perusahaan meraup keuntungan besar hingga 9,17 miliar dolar AS hanya dalam setahun.

Meski demikian, peringkatnya merosot 13 angka karena pendapatannya di 2020 turun 1,6 persen. Namun aset yang dimiliki AB InBev terbilang mencapai 236,64 miliar dolar AS.

AB InBev memiliki akar sejarahnya sejak abad ke-19, ketika Anheuser-Busch beridiri di St. Louis, Missouri AS tahun 1852. Bagaimana kiprahnya sebuah perusahaan minuman dan pembuat bir sukses mejeng di deretan perusahaan raksasa?

Warta Ekonomi pada kesempatan Selasa (23/6/2021) hari ini akan mengulas kisahnya mengutip berbagai sumber. Simak artikel selengkapnya dalam tulisan di bawah ini.

Eberhard Anheuser, seorang pembuat sabun yang makmur di St. Louis membeli sebuah pembuat bir dari Imigran Jerman George Schneider tahun 1852. Anheuser bertekad menjalankan bisnis pembuat minuman tersebut namun sayang dia tak punya pengalaman di industri ini.

Lantas kemudian, dia mempekerjakan menantunya, Adolphus Busch, imigran Jerman yang punya latar belakang pendidikan untuk membuat bir, sebagai manajernya. Keduanya kemudian meresmikan Anheuser-Busch dan membangun bisnisnya dengan memproduksi hasil bis berkualitas.

Menurut legenda perusahaan yang populer, Adolphus Busch memperoleh resep birnya saat berkunjung ke biara Jerman. Di sana, para biarawan memberinya resep dan beberapa ragi bir mereka, rahasia bir mereka yang luar biasa. Resep itu menjadi dasar pembuatan bir Anheuser-Busch, dan jenis ragi asli, yang diduga diawetkan selama bertahun-tahun dalam freezer es krim Adolphus, tetap digunakan pada 1990-an.

Pada tahun 1853, Anheuser dan Busch meningkatkan kapasitas tempat pembuatan bir yang diremajakan dari 3.000 menjadi 8.000 barel per tahun dan mulai memperluas upaya penjualan mereka ke Texas dan Louisiana, serta negara bagian Missouri. 

Adolphus Busch adalah pembuat bir Amerika pertama yang menggunakan pasteurisasi untuk menjaga kesegaran bir; yang pertama menggunakan pendingin mekanis dan gerbong kereta berpendingin, yang ia perkenalkan pada tahun 1876; dan orang pertama yang membotolkan bir secara ekstensif. Pada tahun 1877, perusahaan memiliki armada 40 gerbong kereta berpendingin untuk mengangkut bir.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini