Bikin Kaget, Warren Buffett Umumkan Mundur dari Yayasan Bill Gates Sambil Donasi Hampir Rp60 T!

Bikin Kaget, Warren Buffett Umumkan Mundur dari Yayasan Bill Gates Sambil Donasi Hampir Rp60 T! Kredit Foto: Inc.com

Miliarder investor Warren Buffett baru-baru ini membuat pengumuman yang mengejutkan. Pasalnya, pendiri Berkshire Hathaway yang juga seorang dermawan mengatakan akan mengundurkan diri sebagai wali amanat di Yayasan Bill & Melinda Gates. Selain itu, Buffett juga akan menyumbangkan saham perusahaanya senilai USD4,1 miliar (Rp59,2 triliun) kepada lima yayasan.

Dilansir dari CNBC International di Jakarta, Kamis (24/6/21) sumbangan tahun ini menandai titik tengah bagi Sang Peramal dari Omaha yang berusia 90 tahun. Pada tahun 2006, Buffett berjanji untuk memberikan semua saham Berkshire-nya melalui hadiah tahunan kepada lima yayasan seperti Bill & Melinda Gates Foundation, Susan Thompson Buffett Foundation, Sherwood Foundation, Howard G Yayasan Buffett dan Yayasan NoVo.

Baca Juga: Investasi Warren Buffett Bukan Kaleng-Kaleng, Duit Rp7 Triliun Diguyur untuk Bank Ini!

Saat itu, Buffett memiliki 474.998 saham Berkshire A. Hari ini, dia mengatakan dia memiliki 238.624 saham, senilai sekitar USD100 miliar (Rp1.445 triliun).

"Hari ini adalah tonggak sejarah bagi saya," kata Buffett dalam sebuah pernyataan. “Pada tahun 2006, saya berjanji untuk mendistribusikan semua saham Berkshire Hathaway saya, lebih dari 99% dari kekayaan bersih saya, untuk filantropi. Dengan distribusi USD4,1 miliar hari ini, saya sudah setengah jalan.”

Pengunduran diri Buffett sebagai wali Gates Foundation datang ketika organisasi amal itu menghadapi masa yang berat terkait perceraian dua pendirinya, Bill dan Melinda.

“Selama bertahun-tahun saya telah menjadi wali – wali yang tidak aktif pada saat itu – hanya satu penerima dana saya, Bill and Melinda Gates Foundation (BMG). Saya sekarang mengundurkan diri dari jabatan itu, seperti yang telah saya lakukan di semua dewan perusahaan selain Berkshire," kata Buffett.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini