Teriak-Teriak Jokowi 3 Periode, Nah Kan! Qodari Kena Omel: Sesat Sendiri Aja...

Teriak-Teriak Jokowi 3 Periode, Nah Kan! Qodari Kena Omel: Sesat Sendiri Aja... Kredit Foto: Instagram Jokowi

Ketua Umum Sukarelawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer, blak-blakan menilai wacana 3 periode sebagai hal yang sesat dan melanggar konstitusi yang berlaku. Immanuel Ebenezer menegaskan, pihak JoMan sejalan dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tegas menolak menjabat sebagai presiden selama tiga periode.

"Saya melihatnya dari JokPro ini tiga-tiganya, menampar, mencari muka, dan menjerumuskan. Tidak ada alasan yang rasional terhadap tiga periode ini," jelas Immanuel Ebenezer dilansir dari GenPI.co dalam acara Prime Talk Metrotvnews, Senin (21/6).

Baca Juga: Diejek Soal Jokowi 3 Periode, Qodari Balas Rocky Gerung: Nggak Tahu Cara Berpikir...

Immanuel tidak menerima alasan JokPro yang ingin Jokowi menjabat tiga periode karena alasan agar tidak terjadi polarisasi seperti pada Pilpres tahun 2019. "Alasan mereka rekonsiliasi, rekonsiliasi bukan seperti itu. Rekonsiliasi itu jangan dirusak sistem yang sudah ada," tegasnya.

Melihat hal itu, Immanuel Ebenezer lalu mengungkit reformasi tahun 1998 yang telah mengubah masa jabatan presiden: dari tadinya tak terbatas, kini dibatasi menjadi dua periode.

"Salah satu agenda reformasi adalah membatasi kekuasaan presiden. Ini tiba-tiba Presiden Jokowi digoda-goda untuk tiga periode," ungkap Immanuel Ebenezer. "Kita sama-sama tahu, pendukung presiden ini mayoritas adalah para aktivis 98. Mereka berjuang di 1998 melawan tirani orde baru," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Immanuel Ebenezer meminta agar M Qodari tidak menyesatkan publik dengan wacana presiden tiga periode. "Artinya jangan juga Qodari ini membawa demokrasi ke era kegelapan zaman orde baru," jelas Immanuel. "Ini bahaya, kalau Qodari mau sesat, biarlah Qodari dan gerombolannya," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, telah menyatakan sikapnya untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) maju kembali di 2024 bersama Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tiga periode.

Menurut M Qodari, akan berbahaya jika Prabowo Subianto maju dan berakhir melawan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di 2024 mendatang. Ia menyebut, Prabowo Subianto nantinya akan bernasib sama seperti Jokowi pada pilpres sebelumnya, di mana Jokowi menjadi korban fitnah.

M Qodari mengatakan, tujuannya mendukung Jokowi adalah untuk menghindari terjadinya polarisasi di masyarakat. "Maka polarisasi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya itu akan terulang lagi, bahkan pada skala yang akan lebih berat," ujar M Qodari.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini