Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

DPR Minta Masyarakat Janganlah Habiskan Waktu Ladeni Covidiot

DPR Minta Masyarakat Janganlah Habiskan Waktu Ladeni Covidiot Kredit Foto: Antara/FB Anggoro
Warta Ekonomi, Jakarta -

Beberapa minggu terakhir angka kasus per hari Covid-19 membludak bahkan pernah menyentuh angka 20.574 kasus sehari. Hal ini mengantarkan Indonesia masuk daftar lima negara penyumbang kasus Covid-19 tertinggi dunia. Melampaui Amerika Serikat hingga Inggris.

Hal tersebut membuat DPR turut prihatin. Wakil Ketua Komisi VI DPR Gde Sumarjaya Linggih pun turut berkomentar.

Baca Juga: Berhasil Meningkatkan Imunitas, Ahli: Ivermectin Berpotensi Menjadi Obat Antivirus Covid-19

Politisi Senior Partai Golkar yang akrab disapa Demer itu mengingatkan masyarakat tidak menghabiskan waktu berdebat dengan orang yang tak percaya Covid-19 alias Covidiot.

"Tidak ada gunanya berdebat dengan mereka yang menganggap remeh virus berbahaya ini," kata Demer dalam keterangannya.

Mereka yang menganggap remeh Corona, sebut Demer, adalah orang yang miskin rasa kemanusiannya. "Begitu berharganya waktu yang kita miliki jika hanya berdebat dengan hal yang tak berguna. Apalagi dengan orang yang menyepelekan rasa kemanusiaan," tandasnya.

Ia juga mengingatkan, masyarakat lebih baik fokus menjaga kesehatan dengan terus mematuhi anjuran pemerintah dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Jaga dirimu dan keluargamu abaikan mereka yang tak mempedulikanmu apalagi yang tak mau menerima nasihat yang baik. Minum vitamin, olahraga, banyak doa, jangan keluar rumah dan jangan ngumpul-ngumpul dulu," imbaunya.

Pemerintah juga telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19 dan memutuskan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan