Suara Lantang Anak Buah Surya Paloh Telak, Seret Novel Baswedan

Suara Lantang Anak Buah Surya Paloh Telak, Seret Novel Baswedan Kredit Foto: GenPI

Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago buka suara soal polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menjadi syarat peralihan status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ASN.

Dirinya mengatakan bahwa penyidik senior KPK Novel Baswedan dan sejumlah pegawai yang tak lolos TWK untuk tidak merasa yang paling memiliki lembaga antirasuah.

"Mereka tidak boleh merasa paling pantas untuk bisa tetap di KPK. Mereka tidak identik dengan KPK dan sebaliknya,” ujar Irma dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga: Misteri Hasil Tes TWK KPK yang Korbankan 75 Orang: Sssttt... Rahasia Negara!

Irma lantas mengatakan bahwa KPK dimiliki dan dibiayai oleh negara, sebab itu, Novel Baswedan dkk harus mengikuti aturan yang ada di Indonesia.

Tidak hanya itu, Irma juga menilai perekrutan pegawai KPK yang dulu tidak transparan seperti sekarang.

"Pada saat KPK dulu merekrut mereka apakah ada fairness? Apakah ada keterbukaan pada publik? Padahal mereka digaji pake dana APBN," tegas dia.

Lebih lanjut, menurutnya, peraturan TWK sudah sesuai dengan perundang-undangan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini