Cuan Perusahaan Properti Milik Benny Tjokro Melonjak Drastis, Padahal....

Cuan Perusahaan Properti Milik Benny Tjokro Melonjak Drastis, Padahal.... Kredit Foto: ALSA

Emiten properti milik Benny Tjokrosaputro, yakni PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) membukukan kenaikan laba signifikan hingga 20,31% (yoy). Sepanjang tahun 2020 lalu, laba ARMY mencapai Rp21,62 miliar, lebih tinggi dari tahun 2019 yang hanya Rp17,97 miliar.

Padahal, pendapatan bersih ARMY mengalami koreksi dengan persentase yang lebih tajam daripada kenaikan laba. Secara tahunan, pendapatan ARMY turun 26,13% dari Rp89,44 miliar per Desember 2019 menjadi Rp66,07 miliar per Desember 2020.  Baca Juga: Nasib Perusahaan Penjual Air Minum Kemasan: Omzet Terpangkas, Tekor Terkuras!

Pendapatan paling besar bersumber dari produk rumah, yakni nilainya menipis dari Rp51,06 miliar menjadi Rp43,06 miliar. Pendapatan ARMY dari produk tanah juga menyusut, yakni awalnya Rp38,38 miliar menjadi Rp22,99 miliar. Hanya saja, ARMY membukukan pendapatan baru dari sewa apartemen dan royalti yang masing-masing mencapai Rp15,43 juta dan Rp2,55 juta. Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 29 Juni 2021: Ambruk Lawan Banyak Mata Uang Dunia!

Meskipun begitu, kenaikan laba ARMY dapat dicapai karena penurnan sejumlah pos beban, salah satunya dalah beban penjualan yang membaik dari Rp2,01 miliar pada 2019 menjadi Rp1,37 miliar pada 2020. Beban umum dan administrasi juga menurun dari Rp11,54 miliar menjadi Rp10,25 miliar.

Bahkan, beban keuangan mengalami penurunan tajam dari Rp4,38 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp54,13 juta pada tahun 2020. Hal itulah yang membuat performa laba perusahaan mengalami kenaikan. Aset ARMY mengalami koreksi dari Rp1,85 triliun per Desember 2019 menjadi Rp1,74 triliun per Desember 2020.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini