Manuver Senyap Jusuf Kalla Mencuat, Dituding Bawa Pemahaman Baru

Manuver Senyap Jusuf Kalla Mencuat, Dituding Bawa Pemahaman Baru Kredit Foto: Reuters/Carlo Allegri

Pengamat politik Usep Suhud menilai mantan Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla (JK) masih memiliki potensi untuk kembali ke gelanggang politik mendatang.

Bahkan, menurutnya, JK memiliki kesempatan dan peluang cukup besar, tetapi ada pihak-pihak yang menuding JK punya agenda mendirikan negara khilafah.

“JK punya uang, punya pengalaman memimpin negara, punya pengaruh, punya penyikut, dan punya peluang untuk masuk dalam percaturan politik tanah air. Namun sebagian pihak curiga JK punya agenda untuk menjadikan Indonesia sebagai ladang berkembangnya paham-paham kekhilafahan,” ujar Usep kepada GenPI.co, Kamis (1/7/2021).

Baca Juga: Jaringan JK di Pilpres Dibongkar Habis-habisan, Sangat Lihai!

Lebih lanjut, kata Usep, orang yang selama ini berurusan dengan paham khilafah akan mendapatkan sosok yang diharapkan bisa mengemong dan mengarahkan.

“Jadi, mereka kembali mendapatkan tempat terhormat di republik ini. Sebaliknya, mereka yang nasionalis, tak akan membeli ide apa pun yang dapat memunculkan sosok Jusuf Kalla,” terangnya.

Usep juga menambahkan, perang opini antara religius dan nasionalis juga akan semakin panas.

Kendati begitu, baginya, tidak semua orang yang anti-khilafah percaya bahwa JK pendukung sistem tersebut.

“Sosok JK bisa saja diterima oleh sebagian kamu kedua belah pihak, pro-khilafah dan anti-khilafah. Lalu, pertanyaannya adalah apakah JK perlu dikasih peluang untuk maju lagi?” tutur Usep.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini