Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jakarta Jadi Kota Paling Berbahaya di Dunia, Anies Baswedan Kena Semprot PDIP: Turunlah...

Jakarta Jadi Kota Paling Berbahaya di Dunia, Anies Baswedan Kena Semprot PDIP: Turunlah... Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus menilai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dicanangkan pemerintah belum terlaksana efektif. Deddy melihat, kebijakan tersebut belum terimplementasi dengan baik di lapangan.

“Saya melihat, komunikasi publik dan implementasi lapangan dari PPKM Darurat ini tidak didesain dengan baik. Akibatnya, terjadi penumpukan di titik-titik penyekatan, jalanan masih tetap ramai, aktivitas di luar wilayah perkantoran masih tetap tinggi,” katanya, di Jakarta, Senin (5/7).

Baca Juga: Pesan untuk Anies: Jangan Sembunyi Saat Ada Masalah, Lalu Manggung saat Keadaan Membaik

Politisi PDIP ini menuturkan, PPKM di Jakarta hanya seperti hari libur. Orang tidak bekerja ke kantor tetapi aktivitas lain tetap berjalan seperti biasa. Tidak terlihat penurunan aktivitas di permukiman atau tempat-tempat keramain. 

Bahkan, sambung Deddy, di Jakarta, kata Deddy, aparat kelurahan terkesan tidak berpartisipasi melakukan pengawasan terhadap aktivitas warga. “Seharusnya penyekatan itu dilakukan di pintu keluar masuk permukiman, sehingga sejak awal aktivitas warga yang tidak mendesak bisa dikurangi. Tanpa kerja sama aparatur terbawah dan warga di tingkat RT, PPKM ini tidak akan pernah mencapai tujuannya,” ujar Deddy.

Deddy mengaku risau ketika melihat keramaian di tingkat permukiman, apalagi daerah padat. “Aktivitas warga tidak berkurang signifikan, ini sangat berbahaya,” sambung Deddy.

Dia menegaskan, varian virus Corona yang sekarang menyerang, terutama varian Delta, sangat cepat menular. Klaster keluarga, demikian pula penderita anak-anak, terus meningkat. Deddy semakin khawatir karena kapasitas pelayanan kesehatan sudah melebihi kapasitas, dan terjadi kelangkaan oksigen. 

“Jakarta sudah kolaps. Beberapa hari ini banyak sekali orang yang kita kenal bertumbangan. Kematian terasa begitu nyata dan dekat,” ungkap Deddy.

Deddy berharap, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan instansi terkait di Jakarta segera melakukan sesuatu untuk memastikan PPKM Darurat berjalan dengan baik. “Jakarta sekarang menjadi kota paling berbahaya di dunia. Apa Gubernurnya tidak malu? Kita jadi bulan-bulanan media asing, persis seperti dulu kejadian di India. Pak Anies, turunlah, Anda punya pasukan hingga ke-RT. Waktunya untuk Anda menata sistem,” sarannya.

Deddy meminta DKI Jakarta tidak boleh terus berlindung di bawah pemerintah pusat. Dia menegaskan, DKI punya anggaran, punya aparat, dan punya kewenangan. Karenanya, dia meminta DKI bekerja efektif dan meningkatkan kesadaran warga sebelum lebih banyak korban meninggal dunia akibat Covid-19. “Kesuksesan PPKM ini juga sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat,” pungkas Deddy. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan