Perusahaan Milik Sandiaga Tebar Bonus Berbentuk Saham ke Para Petinggi, Nilainya Bikin Melongo!

Perusahaan Milik Sandiaga Tebar Bonus Berbentuk Saham ke Para Petinggi, Nilainya Bikin Melongo! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Perusahaan investasi yang dibangun oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama dengan konglomerat Edwin Soeryadjaya yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menebar bonus kepada jajaran petingginya. 

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Manajemen PT Saratoga Investama Sedaya Tbk menyebutkan jika ada tiga petinggi perseroan yang memperoleh program insentif jangka panjang perseroan berupa saham. Pemberian insentif tersebut dilakukan pada 2 Juli 2021 dengan harga pembelian saham senilai Rp1,705 per saham. Dimana, kepemilikan saham atas ketiganya merupakan kepemilikan secara langsung.

Tercatat, Presiden Direktur Saratoga, Michael W P Soerdjaya mengantongi sebesar 1,08 juta saham atau sekitar 0,08% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Dengan begitu saat ini Michael menggenggam sebanyak 3,15 juta saham atau 0,023% dari 2,06 juta atau 0,015% saham SRTG. 

Baca Juga: Perusahaan Milik Sandiaga Laporkan Kejahatan Pencemaran Nama Baik, Ada Apa?

Kemudian, ada Direktur Saratoga, Devin Wirawan yang kebagian jatah sebesar 1,54 juta saham perseroan. Denegan begitu, Ia kini memiliki 0,016% atau 2,29 juta saham di Saratoga. 

Lalu, perseroan juga menggelontorkan sebanyak 747,5 ribu saham kepada Lany Djuwita Wong selaku Direktur SRTG. Kepemilikan Lany di Saratoga pun semakin membumbung tinggi dari tadinya 185 ribu atau 0,0013% saham menjadi 932 ribu atau 0,0068% saham. 

Jika ditotal, perseroan harus merogoh kocek senilai Rp5,75 miliar untuk memberikan insentif kepada jajaran Direksinya tersebut. 

Sekedar informasi, pada perdagangan hari ini harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk sudah berada di posisi Rp1.920 per saham naik 1,86% atau 35 poin dari sebelumnya di Rp1.885 per saham.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini