Penerimaan Pajak Semester I Tahun 2021 Naik 4,9 Persen

Penerimaan Pajak Semester I Tahun 2021 Naik 4,9 Persen Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kementerian Keuangan menyebutkan, penerimaan pajak hingga pertengahan 2021 menunjukkan perbaikan secara konsisten di setiap bulannya. Penerimaan pajak pada Semester I Tahun 2021 mencapai Rp557,77 triliun. Angka tersebut merupakan transaksi ekonomi yang terhitung hingga Mei 2021.

"Dibandingkan pada Semester 1 Tahun 2019 dengan penerimaan sebesar Rp531,77 triliun, penerimaan pajak pada Semester I tahun ini mengalami kenaikan sebesar 4,9 persen," ujar Yon Arsal, Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Kepatuhan Pajak, dalam diskusi virtual bertajuk Kajian Tengah Tahun INDEF 2021: Bola Liar Vaksinasi Ekonomi?, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: Setoran Pajak dan Dividen Pupuk Indonesia ke Negara Mencapai Rp8,25 Triliun

Yon menyebut, capaian penerimaan pajak pada Semester 1 Tahun 2021 baru mencapai 45,6 persen dari total target capaian sebesar Rp1.229,58 triliun. Target yang diterima Dirjen Pajak tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp1.072 triliun.

Terjadinya pertumbuhan penerimaan pajak tersebut disebabkan oleh pemulihan aktivitas ekonomi dan peningkatan harga komoditas. Secara langsung, memiliki dampak dorongan peningkatan aktivitas produksi dan konsumsi.

"Dampak lanjutannya adalah makin meningkatnya nilai ekspor dan impor," ungkapnya.

Secara rinci, Yon mengatakan, terdapat empat sumber penerimaan pajak Semester I Tahun 2021 di antaranya berasal dari PPh Non Migas terealisasi sebesar Rp303,17 triliun atau 47,52 persen dari target; PPh Migas terealisasi sebesar Rp22,31 triliun atau 48,74 persen dari target; PPN dan PPnBM terealisasi sebesar Rp217,66 triliun atau 41,98 persen dari target; PBB dan Pajak Lainnya terealisasi sebesar Rp14,63 triliun atau 53,67 persen dari target.

"Perkembangan (growth) Semester I Tahun 2021 mencapai angka 4,9 persen. Mengalami lonjakan dibandingkan Semeter 1 Tahun 2019 yang mengalami pertumbuhan negatif berada pada angka minus 12 persen yang disebabkan respons di awal pandemi," ujarnya.

Sejalan dengan itu, dalam perkembangan (growth) per bulan di sepanjang Semester I Tahun 2021 mengalami fluktuatif yang positif. Growth bulanan di Januari berada di angka minus 15,3 persen hingga di bulan Juni mampu menyentuh angka 12,6 persen.

Sementara, growth komulatif pada bulan Januari berada pada angka minus 15,3 persen hingga pada bulan Juni growth komulatif berada hingga pada angka 4,9 persen.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini