Tung Desem Waringin: Kalau Mau Kaya, Berteman dan Bergaul dengan Mereka yang Lebih Kaya dari Anda

Tung Desem Waringin: Kalau Mau Kaya, Berteman dan Bergaul dengan Mereka yang Lebih Kaya dari Anda Kredit Foto: Twitter/Strategi_Bisnis

Pengusaha Tung Desem Waringin membagikan kiat-kiat memanfaatkan peluang. Namun, sebelum memanfaatkan peluang, seseorang harus bisa menemukan, menangkap dan melipatgandakan peluang tersebut. Sayangnya, hanya segelintir orang yang bisa melakukan hal-hal ini.

Dalam video YouTube "MENEMUKAN & MANFAATKAN PELUANG - KAYA DARI BISNIS PROPERTI | TUNG DESEM WARINGIN", Tung Desem Waringin mengatakan bahwa untuk menemukan peluang, harus terlebih dahulu meluangkan waktu.

"Orang sukses melakukan antisipasi dan alokasi," ujarnya.

Baca Juga: Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani Terciduk Polisi, Ini Deretan Bisnis Keduanya!

Tung Desem Waringin melanjutkan bahwa terjadinya ketimpangan pendapatan karena dua hal yaitu timpang pengetahuan dan timpang keberanian.

Kalau ingin mendapatkan peluang bisnis, harus mencari dengan melihat sekitar serta mempelajari bisnis apa saja yang membuat orang menjadi kaya. Ini karena tidak semua usaha membuat orang menjadi kaya. Tetapi, salah satu upayanya adalah dengan berteman dan bergaul dengan mereka yang lebih kaya dari Anda. Salah satu bisnis yang mencetak triliuner adalah bisnis properti.

"Jika Anda tahu bisnis properti membuat orang lain kaya, bergaul lah dengan mereka," tandas Tung Desem Waringin.

Namun, berbisnis juga harus dengan perhitungan. Kalau tidak akan gagal.

"Menemukan peluang kalau Anda tidak mengetahui pengetahuannya, Anda hanya akan melewatinya," tukas Tung Desem Waringin.

Perbedaan harga dengan barang yang sama bisa terjadi karena beda tempat, beda waktu, beda nama, beda ukuran dan beda bentuk. Karena itulah menemukan peluang bisnis harus dengan memperhatikan usaha-usaha yang terbukti membawa hasil orang menjadi kaya, lalu membawa peluang dari perbedaan harga dan menciptakan peluang dari masalah yang ada.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini