Meski Pandemi, PLN Tambah Trafo 60 MVA di GI Bolangi untuk Perkuat Kelistrikan Sulsel

Meski Pandemi, PLN Tambah Trafo 60 MVA di GI Bolangi untuk Perkuat Kelistrikan Sulsel Kredit Foto: PLN

PT PLN (Persero) terus melakukan pembangunan infrastruktur kelistrikan meski di tengah Pandemi Covid-19. Kali ini, PLN melalui Unit Induk Pembangunan Sulawesi berhasil menambah kapasitas trafo 60 MVA menjadi 120 MVA di Gardu Induk (GI) 150kV Bolangi untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Selatan. 

Proyek senilai Rp46 miliar ini merupakan pekerjaan prioritas PLN di Sulawesi Selatan pada tahun ini. 

Baca Juga: Komitmen Terangi 347 Warga Desa Kawinda Toi di Bima, PLN Kucurkan Rp6,68 Miliar

"Sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia, peningkatan keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Selatan harus terus berjalan," kata General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Defiar Anis, Kamis (8/7/2021).

Dengan beroperasinya trafo tambahan 60MVA di GI 150kV Bolangi akan meningkatkan keandalan pasokan ke pelanggan, khususnya bagi 60.761 pelanggan yang disuplai dari GI ini. 

Tak hanya itu, GI Bolangi juga memasok listrik ke 6 pelanggan tegangan menengah dengan total kapasitas mencapai 3.770.000 Volt Ampere (VA). 

"Salah satunya Rumah Sakit Yapika di Kabupaten Gowa, RS ini merupakan pelanggan platinum kami yang tidak boleh padam. Selain itu saat ini keberadaan dan operasional rumah sakit sangatlah penting untuk menunjang Kesehatan masyarakat,” ungkap General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (UIW Sulselrabar), Awaludin Hafid, menambahkan.

Awaludin menyatakan, PLN akan terus berinovasi dan mengusahakan yang terbaik dalam melayani pelanggan tidak mengenal pandemi atau libur, listrik tetap harus dijaga keandalannya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini