Saat PPKM Darurat, Ini Deretan Saham yang Bisa Jadi Pilihan Investor

Saat PPKM Darurat, Ini Deretan Saham yang Bisa Jadi Pilihan Investor Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Lonjakan kasus Covid-19 membuat pemerintah memutuskan unntuk memberlakukan PPKM Darurat. Hal tersebeut pun harus menjadi perhatian lain Pasalnya, pertumbuhan ekonomi paruh kedua 2021 yang diyakini mulai melambat terutama pada kuartal III/2021 yang turut menjadi risiko.

“Penyebab utamanya adalah lonjakan kasus Covid-19 yang angka hariannya terus mencetak level tertinggi membuat pemerintah menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali untuk periode 3 Juli hingga 20 Juli mendatang,” ucap Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, dalam konferensi pers hari ini (8/7/21).

PPKM Darurat akan tentunya akan berdampak kepada permintaan akan barang dan jasa. Karena itu, ekonom Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan berada di level 4,15%, di bawah target pemerintah 4,5%-5,3%.

Baca Juga: Tahan Banting, IHSG Bisa Melambung Hingga ke Level 6.2000

Meskipun terdapat risiko dari Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi yang melambat tersebut, Tim Investment Information Mirae Asset Sekuritas masih menilai ada sektor-sektor yang dapat dijadikan pilihan bagi investor untuk bertransaksi saham pada Juli ini, yaitu sektor konsumen primer, kesehatan, dan infrastruktur.

Baca Juga: Banyak Utang Jatuh Tempo, Pefindo Yakin Penerbitan Obligasi Masih Ramai

Emiten perunggasan dan pakan ternak di sektor konsumen primer yang menjadi pilihan yaitu PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Kemudian saham pilihan di di sektor kesehatan ada operator rumah sakit serta laboratorium yaitu PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Saham pilihan di sektor infrastruktur adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT).Lalu ada beberapa saham pilihan lain yang juga layak dicermati yaitu PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

“Bisnis khususnya untuk empat emiten tersebut yaitu BBTN, ERAA, AKRA, dan INDF diprediksi akan terus membaik dan meningkat pada semester II/2021,” ujar Martha.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini