Kemenperin Pasok SDM Mekanik dan Alat Berat di Bantaeng

Kemenperin Pasok SDM Mekanik dan Alat Berat di Bantaeng Kredit Foto: Cahyo Prayogo

Kementerian Perindustrian menggandeng PT. Huadi Nickel Alloy kembali membuka Pendidikan Vokasi setara Diploma Satu (D1) untuk 72 mahasiswa di Bantaeng, Sulawesi Selatan untuk kebutuhan industri.

“BPSDMI telah menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi industri, mulai dari jenjang Diploma, termasuk Pendidikan Setara D1, hingga Magister Terapan untuk mendukung industri dalam penyediaan tenaga kerja yang kompeten,” paparnya.

Baca Juga: Kemenkes sebut Tingkat Penularan COVID di Jawa-Bali Sangat Cepat

Seperti diketahui, BPSDMI melalui unit  Pendidikan tinggi vokasinya di Bantaeng menyelenggarakan program setara diploma satu untuk tiga program studi (prodi) yaitu Program Studi Mekanik, Program Studi Alat Berat, serta Program Studi Kewirausahaan Smart, dimana masing-masing prodi berjumlah 24 mahasiswa.

Arus menyatakan keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Ketersediaan SDM kompeten menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan memacu daya saing industri nasional. Apalagi, adanya investasi atau aktivitas industri telah membawa dampak positif terhadap perekonomian nasional, salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar,” tegasnya.

Prorogram kerja sama antara Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng dengan PT. Huadi Nickel Alloy tersebut dilaksanakan sebagai langkah konkret dalam penyelarasan dan kerja sama antara institusi pendidikan dengan dunia industri.

Khususnya dalam mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di Sulawesi Selatan khususnya di kabupaten Bantaeng dalam memenuhi kebutuhan SDM kompeten bidang alat berat dan mekanik.

Sementara itu, Manager HRD PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, A. Adrianti Latippa mengakui, kebutuhan tenaga kerja di perusahaannya cukup besar.

“Hingga tahun 2022, kebutuhan tenaga kerja kami mencapai 1.500 orang. Pembukaan program ini merupakan gerak cepat BPSDMI dalam menanggapi kebutuhan SDM Industri di daerah,” ungkapnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini