Takut atau Gimana? Utusan Taliban yang Kunjungi Moskow Bilang Gak Akan Ancam Rusia karena...

Takut atau Gimana? Utusan Taliban yang Kunjungi Moskow Bilang Gak Akan Ancam Rusia karena... Kredit Foto: AP Photo/Alexander Zemlanichenko

Delegasi Taliban mengunjungi Moskow pada Kamis (8/7/2021) untuk menawarkan jaminan bahwa keuntungan cepat mereka di Afghanistan tidak mengancam Rusia atau sekutunya di Asia Tengah.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan utusan Kremlin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, bertemu dengan delegasi Taliban untuk mengungkapkan keprihatinan tentang eskalasi dan ketegangan di Afghanistan utara. Kementerian itu mengatakan Kabulov mendesak Taliban "untuk mencegah mereka menyebar ke luar perbatasan negara."

Baca Juga: Taliban Bilang Perang Bukan Solusi Masalah Afghanistan, yang Terpenting...

“Kami menerima jaminan dari Taliban bahwa mereka tidak akan melanggar perbatasan negara-negara Asia Tengah dan juga jaminan keamanan mereka untuk misi diplomatik dan konsuler asing di Afghanistan,” kata kementerian itu, dilansir Associated Press.

Awal pekan ini, kemajuan Taliban memaksa ratusan tentara Afghanistan melarikan diri melintasi perbatasan ke Tajikistan, yang menampung pangkalan militer Rusia. Tajikistan pada gilirannya memanggil 20.000 tentara cadangan untuk memperkuat perbatasan selatannya dengan Afghanistan.

Para pejabat Rusia telah menyatakan keprihatinannya bahwa gelombang Taliban dapat mengacaukan negara-negara bekas Uni Soviet di Asia Tengah di utara Afghanistan.

Dalam komentar yang dibawa oleh kantor berita negara Rusia Tass, juru bicara Taliban Mohammad Sohail Shaheen mengatakan delegasi mereka datang ke Moskow untuk “memastikan bahwa kami tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang Rusia atau negara-negara tetangga.”

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Rusia," katanya seperti dikutip oleh Tass, menambahkan bahwa pemberontak tetap berkomitmen untuk penyelesaian politik damai di Afghanistan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini