Kisah Orang Terkaya: Alberto Bailleres Gonzalez, Pemilik Tambang Perak Terbesar di Dunia

Kisah Orang Terkaya: Alberto Bailleres Gonzalez, Pemilik Tambang Perak Terbesar di Dunia Kredit Foto: Wimikedia Commons/Alberto Bailleres Gonzalez

Miliarder asal Meksiko, Alberto Bailleres Gonzalez ialah salah satu orang terkaya dunia dengan harta kekayaan yang mencapai USD9,5 miliar (Rp138 triliun). Pria kelahiran 22 Agustus 1931 ini adalah pemimpin Industrias Penoles, perusahaan pertambangan terbesar kedua di Meksiko dan salah satu penambang perak terbesar di dunia.

Bailleres menghadiri Akademi Militer Culver, di Culver, Indiana, AS. Putra Raúl Bailleres ini menerima gelar sarjana ekonomi pada tahun 1953 dari Instituto Tecnológico Autónomo de México (ITAM), di Mexico City. Bailleres mengambil alih sebagai kepala Grupo BAL pada usia 28, setelah kematian ayahnya.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Richard Livingstone, Pengembang Properti Inggris yang Punya Situs Judi Online

Grupo BAL mengendalikan sejumlah besar perusahaan lain termasuk Industrias Peñoles sebagai perusahaan pertambangan Meksiko terpenting kedua dan produsen perak terbesar di dunia. Dia juga mengendalikan jaringan department store Palacio de Hierro, perusahaan asuransi Grupo Nacional Province dan manajer dana pensiun Grupo Profuturo. Bailleres duduk di dewan direksi Fresnillo plc.

Bailleres merupakan anggota kepala dewan ITAM, salah satu pusat pendidikan tinggi dan thinktank Meksiko, serta pemilik bisnis lain yang terkait dengan layanan keuangan, pertanian, dan adu banteng. Melalui kekayaannya, Bailleres adalah pemilik kapal pesiar 92m, Maya Queen IV.

Almarhum ayahnya, Raul Bailleres, mulai membangun kerajaan keluarga pada tahun 1930-an dengan menciptakan perusahaan keuangan pertama di Meksiko untuk kegiatan pertambangan. Pada Mei lalu, Alberto Bailleres telah mengundurkan diri sebagai presiden dari 5 perusahaan utamanya di usia 89 tahun. Posisinya pun digantikan oleh sang putra, Alejandro Baillères Gual yang berusia 60 tahun. Sementara dia diangkat sebagai presiden kehormatan dari perusahaan-perusahaan itu.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini