SBY Kritik Tajam Dua Tokoh Top, Pengamat Beri Sindiran Menohok

SBY Kritik Tajam Dua Tokoh Top, Pengamat Beri Sindiran Menohok Kredit Foto: GenPI

Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menuai sorotan usai melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah.

Dia menyoroti kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak anti-kritik, dan Luhut Binsar Pandjaitan supaya jangan ada ancaman saat memimpin PPKM Darurat.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri angkat suara terkait kritik tersebut.

Baca Juga: Anaknya SBY Makin Terpojok, Sekarang Ditantang sama Anak Buahnya Prabowo: Hadir Dong di Rapat!

"Pak SBY ini sudah cukup, lah, main politik-politiknya. Publik sudah muak karena ucapan beliau haus akan kekuasaan," ucap Rudi di YouTube Kanal Anak Bangsa dikutip, Jumat (9/7/2021).

Rudi menjelaskan ucapan atau kritik yang dilayangkan SBY kepada pemerintahan Presiden Jokowi kerap menyinggung kedudukan.

Dia bahkan menyarankan SBY agar mundur dari kepemilikan Partai Demokrat (PD). Sebab, menurut Rudi, sudah saatnya Partai Demokrat berjalan sesuai dengan namanya.

"Gantian saya mengkritik. SBY lepaskan Demokrat itu dulu. Jangan menjadikan partai sebagai ‘perusahaan’ keluarga," tegasnya.

Selain itu, Rudi pun menyinggung aktivitas SBY agar lebih menikmati masa tuanya dengan berkualitas.

"Kalau mau dianggap guru besar, sebaiknya SBY menulis buku atau bikin lagu saja," imbuhnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini