Erdogan Terus Perkuat Produksi Senjata Dalam Negeri buat Hapus Ketergantungan Asing

Erdogan Terus Perkuat Produksi Senjata Dalam Negeri buat Hapus Ketergantungan Asing Kredit Foto: Instagram/Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji untuk menghilangkan ketergantungan negara pada produk pertahanan buatan luar, Kamis (8/7/2021). Turki akan mendorong peningkatan industri pertahanan dalam negeri.

"Kami akan terus meningkatkan investasi kami di industri pertahanan sampai kami benar-benar membebaskan negara kami dari ketergantungan asing,” kata Erdogan pada upacara pembukaan hanggar pemeliharaan untuk pengangkut udara strategis A400M di Ankara.

Baca Juga: Rezim Erdogan Kirim Kutukan Keras pada Penembakan Presiden Haiti

Seperti dikutip dari Anadolu Agency, Erdogan mengkritik beberapa negara karena menolak permintaan Turki membeli senjata.  Namun sebaliknya, mereka memberikan pasokan melalui ribuan truk dan penerbangan pesawat dengan kedok perang melawan kelompok teror ISIS.

"Kami bertekad untuk mengatasi semua ketidakadilan dan pelanggaran hukum yang kami hadapi dalam membela tanah air kami dengan mengambil tindakan sendiri," lanjut Erdogan.

Turki telah lama mengecam Amerika Serikat (AS) karena menolak upaya untuk membeli rudal Patriot. Padahal AS memberikan senjata dan pelatihan kepada YPG atau PKK di Suriah, dekat perbatasan Turki.

Washington mengklaim senjata itu dimaksudkan untuk melawan ISIS. Sedangkan Ankara berpendapat bahwa menggunakan satu kelompok teror untuk memerangi yang lain tidak masuk akal.

"Yang disebut teman kami melakukan segala yang mereka bisa untuk melemahkan kami dalam operasi lintas batas yang kami lakukan untuk memastikan keselamatan warga kami," ujar presiden Turki ini merujuk pada operasi Turki ke daerah perbatasan Suriah dan Irak utara untuk mengejar PKK dan YPG.

Erdogan menekankan bahwa proyek-proyek yang dilaksanakan baru-baru ini oleh pemerintah adalah investasi paling penting untuk masa depan industri pertahanan Turki.  Sejak 2016, Turki telah meluncurkan trio operasi anti-teror yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini