Kekayaan Miliarder Teknologi Gak Ada Obat, Mantan CEO Microsoft Kini Berharta Rp1.950 T!

Kekayaan Miliarder Teknologi Gak Ada Obat, Mantan CEO Microsoft Kini Berharta Rp1.950 T! Kredit Foto: Reuters

Mantan CEO Microsoft, Steve Ballmer telah bergabung ke dalam centibillionaire, salah satu klub paling eksklusif di dunia. Menurut Bloomberg Billionaires Index, Ballmer telah memiliki kekayaan lebih dari USD100 miliar. Kekayaannya tembus USD134 miliar (Rp1.950 triliun), menjadikannya orang kesembilan di dunia yang mencapai puncak tinggi itu.

Pendiri Oracle Larry Ellison gagal membuatnya menjadi genap 10 orang. Kekayaan Ellison kini USD98,6 miliar (Rp1.435 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.

Dilansir dari Financial Review di Jakarta, Jumat (9/7/21) Ballmer telah mundur dari Microsoft pada tahun 2014 lalu. Pria 65 tahun kini memiliki NBA's Los Angeles Clippers dan telah melihat kekayaannya tumbuh sebesar USD20,1 miliar (Rp292 triliun) tahun ini.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Alberto Bailleres Gonzalez, Pemilik Tambang Perak Terbesar di Dunia

Reli di saham teknologi telah memicu lonjakan kekayaan terbaru, tujuh di antaranya memiliki kekayaan di atas USD100 miliar. Jeff Bezos dari Amazon, orang terkaya di dunia, telah menjadi salah satu penerima terbesar dari reli itu dan sekarang memiliki rekor kekayaan bersih sebesar USD212,1 miliar (Rp3.086 triliun).

Bersama-sama, kesembilan anggota klub telah menambah kekayaan mereka sekitar USD245 miliar (Rp3.565 triliun) sejak awal tahun dan sekarang secara kolektif bernilai USD1,36 triliun. Selain sebagian besar kepala teknologi, kelompok ini juga sebagian besar orang Amerika, kecuali pengusaha barang mewah Prancis Bernard Arnault.

Sementara reli saham meningkatkan kekayaan orang-orang terkaya di dunia, pengawasan terhadap ketidaksetaraan kekayaan dan pajak juga semakin menonjol. Belum lama ini terungkap bahwa  bulan lalu bahwa Bezos, Elon Musk, dan miliarder top lainnya membayar sedikit atau tidak membayar pajak penghasilan dalam beberapa tahun. Ballmer termasuk ke dalam miliarder yang membayar sedikit pajak.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini