Peminat Susu Bear Brand Masih Tinggi, Ternyata Ini Sejarah 'Susu Beruang' Sejak 115 Tahun Lalu!

Peminat Susu Bear Brand Masih Tinggi, Ternyata Ini Sejarah 'Susu Beruang' Sejak 115 Tahun Lalu! Kredit Foto: Twitter/mas setan

Susu Bear Brand mengalami lonjakan minat dari konsumen di tengah kasus Covid-19 yang turut melonjak di Indonesia. Beragam mitos pun dipercaya bahwa Susu Beruang ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Padahal, ini hanyalah susu sapi dengan kandungan manfaat yang sama seperti susu sapi lainnya.

Kalau kamu belum tahu, Susu Bear Brand pertama kali diperkenalkan ke pasar pada tahun 1898 di Swiss dengan nama Barenmarke. Susu ini tersedia di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, Swiss, dan Afrika Timur. Bear Brand dipasarkan dengan merek Marca Oso, yang merupakan bahasa Spanyol untuk "Cap Beruang". Karena itulah nama merek di Indonesia menjadi Susu Cap Beruang.

Baca Juga: Heboh Orang Indonesia Buru Susu Bear Brand, Gini Kata Dokter Asal Amerika

Pada tahun 1930-an, susu ini diperkenalkan ke Indonesia, menyusul diperkenalkan di Thailand pada tahun 1980.

Berdasarkan sejarah, dahulu pada tahun 1906, logo susu Bear Brand menggambarkan seekor beruang yang sedang menyusui bayi beruang. Tetapi, botol itu pun dihapus pada logonya pada tahun 1967.

Setelah inovasi, logo susu beruang pun diganti pada tahun 2009. Logo beruang dewasa yang menggendong anak beruang diganti dengan beruang dewasa meminum susu. Ini lantaran Bear Brand Sweetened Creamer disalahartikan sebagai pengganti ASI untuk balita di bawah 36 bulan di Laos.

Bear Brand di Indonesia dikemas dalam tabung tipis isi 189 ml. Di Swiss, merek tersebut malah dinamai Bärenmarke dalam nama asal Jerman.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini