Kisah Pilu Perjuangan Ajik Krisna, Hanya Lulusan SMP Kini Jadi Crazy Rich Oleh-oleh Bali

Kisah Pilu Perjuangan Ajik Krisna, Hanya Lulusan SMP Kini Jadi Crazy Rich Oleh-oleh Bali Kredit Foto: Instagram/bizinbali

Pendiri Krisna Holding Company, Ajik Krisna hari ini terkenal sebagai pengusaha oleh-oleh hebat. Namun, siapa sangka masa kecilnya harus melewati keadaan-keadaan yang sulit. Dalam video YouTube bertajuk 'CERITA SUKSES JADI MILYADER DI USIA 35 TAHUN | AJIK KRISNA', Ajik Krisna bercerita bahwa saat SMP ia harus berjalan kaki menempuh 2,5 km untuk sampai ke sekolah.

Setelah tamat SMP, Krisna diarahkan untuk sekolah pariwisata agar setelah lulus, dimasukkan kerja di hotel. Krisna diiming-imingi untuk masuk ke hotel sebagai Steward yang ternyata artinya tukang cuci piring.

Baca Juga: Cuan Jumbo Melantai di Bursa New York, Pengusaha Ini Langsung Jadi Miliarder Dunia!

Akhirnya, Krisna pun sekolah di Sekolah Menengah Industri Pariwisata. Namun, sekolah ini lebih jauh dari SMP-nya. Krisna harus menempuh 3 km dan melewati 3 makam untuk sampai ke sekolah tersebut. Saking sulitnya ekonomi, Krisna tidak takut harus melewati makam.

Sehari-hari ia hanya makan nasi jagung dan nasi ubi. Jarang sekali ada beras di rumahnya. Hingga suatu hari, setelah enam bulan sekolah, ayahnya memanggil Krisna dan mengatakan bahwa tidak bisa menyekolahkan Krisna lagi.

Setelah itu, Krisna pergi dari kampung halamannya tanpa uang saku sepeserpun, hanya dengan pakaian secukupnya. Suatu hari, tibalah Krisna di daerah Sanur yang merupakan salah satu kawasan pariwisata. Di sana, ada beberapa hotel melati, dan Krisna menumpang di salah satunya bernama Hotel Rani. Krisna menumpang di pos security Hotel Rani sambil mencari pekerjaan.

Hari pertama yang Krisna lakukan adalah membersihkan halaman parkir hotel tersebut. Lalu, jam 12 malam hingga jam 3 subuh, Krisna mencuci mobil yang ada di parkiran tersebut. Setelah itu, barulah Krisna beristirahat tidur di pos security sampai jam 7 pagi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini