Demi Garda Terdepan, Bank Mandiri Salurkan 15 Ribu Paket Bantuan untuk Nakes

Demi Garda Terdepan, Bank Mandiri Salurkan 15 Ribu Paket Bantuan untuk Nakes Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Bank Mandiri turut mengambil peran dalam upaya menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 yang tengah meningkat. Untuk itu, dalam rangka mendukung kinerja tenaga kesehatan (nakes) agar dapat tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien Covid-19, Bank Mandiri telah menyiapkan 15.000 paket vitamin dan nutrisi yang akan didistribusikan di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali.

Penyaluran 15.000 vitamin tersebut disalurkan melalui perwakilan Bank Mandiri yang berada di sekitar rumah sakit rujukan tersebut.

"Kami menyadari tenaga kesehatan (nakes) merupakan garda depan dalam perang menghadapi covid-19, sehingga kesehatan nakes tentunya menjadi hal utama yang perlu kita jaga bersama. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu nakes dalam menjalankan tugasnya," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021). Baca Juga: Covid-19 Menggila, Bank Mandiri Prediksi Kredit Tumbuh di Bawah 5%

Adapun, pada tahap pertama penyaluran akan disalurkan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta dengan total 1.000 paket vitamin dan nutrisi kepada tenaga kesehatan. Sedangkan untuk tahap berikutnya, penyaluran paket bantuan akan disalurkan melalui jaringan kantor wilayah Bank Mandiri di Pulau Jawa dan Bali. 

"Ke depan, Bank Mandiri akan terus berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 termasuk bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan pencegahan, pengendalian dan penanganan Covid-19 di Indonesia," tuturnya.

Sebagai tambahan, sejak awal tahun 2021 sampai saat ini, terdapat 75 kegiatan bantuan Covid-19 yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri. Baca Juga: Singapura Kirim Bantuan Untuk Indonesia Tangani Covid-19

Di antaranya, paket sembako, bantuan pengadaan mesin PCR dan pembangunan/renovasi lab BSL-2 pada beberapa Rumah Sakit di Jakarta dan daerah, termasuk penerapan protokol kesehatan berupa chamber antiseptik dan keperluan protokol kesehatan lainnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini