Kritik Pemerintah, Mas AHY Masih Kurang Pengalaman, Masih Perlu Bayang-bayang Pak SBY

Kritik Pemerintah, Mas AHY Masih Kurang Pengalaman, Masih Perlu Bayang-bayang Pak SBY Kredit Foto: GenPI

Kritik SBY ke pemerintah berbuntut panjang. Peneliti Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho menilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kurang pengalaman.

Menurut dia, AHY masih harus memerlukan sosok sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi pendukungnya di Pemilihan Presiden 2024.

Baca Juga: Demokat Pasang Badang Belain Anak-Anak SBY, Wajar Mas AHY dan Mas Ibas Kritik Pemerintah

Keadaan tersebut, kata Catur, terlihat dari beberapa kritik yang dilayangkan petinggi PD terhadap pemerintah.

"AHY ini masih minim pengalaman, ya. Peran SBY pun sangat menentukan AHY guna bertarung di dunia politik, terlebih untuk 2024," ucap Catur kepada GenPI.co, Jumat (9/7).

Catur menjelaskan jika melihat hasil survei, popularitas dan elektabilitas AHY tidak bagus.

Dia lantas menyarankan kepada petinggi PD, SBY dan AHY agar lebih fokus mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Sebab, kata dia, kepercayaan masyarakat kepada PD menurun hingga sekarang.

"Sebaiknya ,SBY dan PD lebih fokus untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang makin berkurang sejak Pemilu 2014," jelasnya.

Seperti diketahui, SBY sebelumnya turun langsung untuk mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi terkait pandemi covid-19.

Selain itu, SBY juga menyeret Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan agar tidak arogan saat PPKM Darurat.

Menurut SBY, Presiden Jokowi jangan menjadi seseorang yang anti-kritik.

Sementara Luhut, kata SBY, untuk tidak mengeluarkan nada ancaman kepada masyarakat saat PPKM Darurat dilaksanakan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini