Buzzer Politik Suka Ngerongrong Anies Baswedan: Jika Tak Suka, Bawa ke Ranah Hukum

Buzzer Politik Suka Ngerongrong Anies Baswedan: Jika Tak Suka, Bawa ke Ranah Hukum Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan

Akademisi politik Philipus Ngorang memberikan pandangannya terkait fenomena buzzer politik yang beberapa tahun ini marak di media sosial.

Ngorang meminta publik untuk melihat fenomena buzzer secara jernih.

Baca Juga: Diberikan Titah Langsung oleh Presiden Joko Widodo, Alamak! Ternyata Ini Manuver Mas Anies..

“Publik harus bisa melihat secara jernih, mana buzzer yang mengutarakan opini pribadi dan mana yang mendapat sponsor,” ujarnya kepada GenPI.co, Jumat (9/7).

Pengajar di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu menilai bahwa para buzzer di media sosial hanya mengutarakan pendapat pribadi.

“Apa yang mereka sampaikan kebanyakan adalah pendapat pribadi, karena itu bisa diinterpretasikan macam-macam oleh pihak lain,” ungkapnya.

Ngorang mengatakan ada solusi jika suatu pihak tidak berkenan dengan pernyataan para buzzer, yaitu memprosesnya ke jalur hukum.

“Silakan bawa masalahnya ke ranah hukum,” katanya.

Seperti diketahui, ranah politik Indonesia kini memiliki pemain baru di media sosial, yaitu para buzzer.

Banyak pejabat publik yang kerap mendapat kritikan pedas dari para buzzer, salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Belum lama ini, video sidak Anies ke salah satu kantor yang masih WFO saat masa PPKM mendapat sorotan publik.

Para buzzer menyerang mantan mendikbud itu, karena kantor tersebut termasuk perusahaan di sektor esensial.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini