Bilang Masyarakat Harus Lebih Dilindungi: Pejabat Cepat Marah, Warga Dianggap Angin Lalu

Bilang Masyarakat Harus Lebih Dilindungi: Pejabat Cepat Marah, Warga Dianggap Angin Lalu Kredit Foto: Instagram/Refly Harun

Ahli hukum tata negara, Refly Harun, angkat suara terkait Rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang melakukan pembinaan terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM).

Seperti diketahui, sebelumnya BEM KM Unnes dibina karena telah dianggap menggunggah foto yang bernuansa penghinaan dan ujaran kebencian.

Baca Juga: Blak-blakan Nilai Jokowi Gagal, Refly Harun: Wajar Ada PPKM 'Pak Presiden Kapan Mundur'

“Bagaimana kalau warga negara biasa seperti saya yang dibilang anjing, sakit hati. Apakah pejabat tidak boleh ya dibilang aneh-aneh begitu?” ujar Refly dalam kanal YouTube-nya, Jumat (9/7/2021).

Menurutnya, pejabat maupun warga negara harus dilindungi.

Kendati demikian, menurut Refly, dalam filosofi bernegara, perlindungan terhadap warga dan masyarakat harus lebih dari pejabat.

“Karena kewajiban konstitusional itu diberikan kepada pejabat publik terutama kepada presiden tentunya,” tuturnya.

Sementara itu, Refly mengatakan bahwa rakyat adalah penerima manfaat dari perlindungan negara. Oleh sebab itu, menurutnya, rakyat harus lebih dilindungi ketimbang pejabat publik.

“Akan tetapi, sayang sekali, biasanya pejabat publiknya lebih cepat marah kalau dikatai atau dihina. Sementara hinaan terhadap masyarakat biasa dianggap angin lalu,” katanya.

“Saya (pernah, red) dihina sakit hati, orang pecatan, goblok, tolol, bahkan ada kata-kata anjing. Saya tidak bisa membayangkan kalau kata-kata itu disematkan kepada pejabat publik,” tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini