Survei: 63,3% Orang Tua Setuju Anaknya Disuntik Vaksin Covid-19

Survei: 63,3% Orang Tua Setuju Anaknya Disuntik Vaksin Covid-19 Kredit Foto: JPNN

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melakukan survei nasional pada 5 sampai 8 Juli 2021. Hasilnya, sebanyak 63,3% orang tua menyatakan setuju anaknya divaksin.

Menurut Iman Zanatul Haeri, kepala Bidang Advokasi P2G, ada 23,5% orang tua tidak setuju anaknya divaksin dan 13,2% mengaku ragu-ragu.

P2G, kata Iman, memahami jika mendapatkan vaksinasi adalah hak (termasuk bagi anak). Namun tentunya menjadi kewajiban semua orang tua, anak termasuk guru untuk menjaga dirinya tidak terpapar Covid-19 dan tidak menularkan kepada orang lain.

"Vaksinasi adalah satu satu upaya pokok sebagai warga negara yang baik, agar kita tidak mengganggu atau mengancam hak-hak orang lain untuk hidup sehat, tidak terpapar Covid-19," terang Iman di Jakarta, Minggu (11/7/2021). Baca Juga: Keren! 122 Juta Dosis Vaksin Sudah Ditangan

Menurut P2G, tentu lebih baik bila anak sudah divaksin sebelum sekolah tatap muka demi mendukung tercapainya herd immunity dan suasana pembelajaran kondusif di sekolah nantinya. 

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim menambahkan, dari hasil survei menunjukkan mayoritas orang tua setuju anaknya divaksin. Ini menandakan orang tua sadar akan peran dan upaya mereka untuk memperoleh kesehatan serta keselamatan, agar anaknya mendapatkan hak pendidikan nantinya. 

Bagi orang tua yang tidak mengizinkan, lanjutnya, perlu edukasi dan sosialisasi secara baik dan jelas oleh pemerintah. Dan sekolah, seperti wali kelas punya peran yang sangat tinggi memengaruhi persepsi dan meyakinkan orang tua ini. 

"Kesediaan orang tua mengizinkan anaknya divaksinasi patut diapresiasi, ini merupakan wujud nyata pendidikan bela negara bagi orang tua, apalagi bagi anak," kata Satriwan. Baca Juga: Program Vaksinasi Tembus 50 Juta, Menkes: Bisa Diadu dengan Kota Besar Negara lain

Dia membeberkan, survei P2G ini melibatkan 9.287 responden orang tua siswa di jenjang pendidikan SD/MI; SMP/MTs; SMA/SMK/MA, dari 168 kota/kabupaten dan 34 provinsi seluruh Indonesia. 

Teknik pengumpulan data melalui kuesioner semi tertutup (mixed) berbasis Web yang menggunakan aplikasi Google Form disebarkan via aplikasi WhatsApp ke seluruh jaringan guru P2G. Menggunakan teknik sampling acak sederhana 

(simple random sampling) yaitu teknik pengambilan sampel atau elemen secara acak, setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel, dengan margin of error 0,5 persen.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini