Indonesia Lirik Mekanisme Bagi-bagi Vaksin, Apa Keuntungannya?

Indonesia Lirik Mekanisme Bagi-bagi Vaksin, Apa Keuntungannya? Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan bahwa Indonesia mendukung mekanisme berbagi dosis (dose-sharing) vaksin COVID-19, untuk mempercepat pencapaian prinsip kesetaraan vaksin bagi semua negara.

“Mekanisme doses-sharing atau berbagi vaksin adalah bagian dari mekanisme multilateral untuk memastikan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara yang secara terus-menerus dibahas dalam pertemuan-pertemuan COVAX Facility,” kata Retno pada konferensi pers daring tentang kedatangan vaksin Moderna dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Jelang Pertemuan G20, Lihat Hebatnya Menlu Retno Lantang Suarakan Multilateralisme

Sejauh ini berdasarkan data Kemlu RI, Indonesia telah mengamankan 122.735.260 dosis vaksin COVID-19, yang sebagian di antaranya diperoleh melalui mekanisme dose-sharing, yaitu 998.400 dosis vaksin AstraZeneca melalui dose-sharing bilateral dari Jepang dan 3.000.060 dosis vaksin Moderna yang merupakan dose-sharing dari AS melalui COVAX.

Selain itu, kata Retno, Indonesia telah menerima tawaran dukungan vaksin dari beberapa negara, seperti Jepang, Belanda, Inggris, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Jutaan vaksin dari jalur pengadaan komersial maupun dari dukungan internasional dan bilateral itu direncanakan akan tiba pada Juli ini. 

“Pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan ketersediaan vaksin bagi Indonesia. Kesehatan dan keselamatan rakyat akan selalu menjadi prioritas,” kata Menlu Retno, menegaskan.

Selain vaksin, Indonesia juga mendapat tawaran bantuan dari negara sahabat lainnya untuk penanganan COVID-19 berupa ventilator, konsentrator oksigen, obat-obatan, serta peralatan medis lainnya --setelah sebelumnya telah memperoleh dukungan tersebut dari Singapura dan Australia.

“Apresiasi kami atas dukungan kerja sama yang diberikan oleh Singapura dan Australia. Solidaritas, kolaborasi, dan kerja sama agar dunia dapat segera lepas dari pandemi ini secara bersama,” tutur Retno. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini